Menu

Mode Gelap
Tidak Ada Jaringan Internet, Siswa SDK 058 Lere-Mapitara Laksanakan Kegiatan TKA di Polindes Respon Gempa Flores, FTBM Sikka Gandeng Pos Dompet Duafha Giat Sekolah Ceria di SDI Ladubewa HIMPAUDI NTT Salurkan Sembako untuk Guru PAUD Korban Gempa di Sikka PMKRI Maumere Gelar Mimbar Bebas: Kawal Bantuan Gempa dan Desak Usut Tuntas Penembakan Dokter Hewan Asal Sikka PMKRI Maumere Tagih Pemkab Sikka Pertanyakan Sisa Logistik, Arah Rp17,5 Miliar Dana Pemulihan, dan Prioritas Penerima Bantuan  Dua Warga NTT Gugur Ditembak di Jayawijaya, PMKRI Maumere Desak Kapolri – Panglima TNI Buru Pelaku PMKRI Nasional Jangkau Tonggurambang, Bantuan Datang di Tengah Konflik Lahan dan Keterbatasan Hunian

Nasional

Front Pemuda Nusantara Soroti Tata Kelola Program MBG, Desak Pemerintah untuk Evaluasi Total

Avatar photobadge-check


					Front Pemuda Nusantara Soroti Tata Kelola Program MBG, Desak Pemerintah untuk Evaluasi Total Perbesar

Jakarta, wacanaindonesia.com-Pimpinan Front Pemuda Nusantara (FPN) menyampaikan sikap resmi terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini tengah memasuki tahun kedua implementasinya. Exen Jontona selaku Pimpinan Front Pemuda Nusantara menegaskan dukungan terhadap semangat dasar program ini, sekaligus mendesak pemerintah untuk segera berbenah dalam hal koordinasi dan pengawasan.

“Kami tidak menutup mata terhadap manfaat strategis dari MBG. Ini bukan sekadar program makan siang — ini adalah investasi jangka panjang untuk kualitas generasi bangsa,” ungkap Exen kepada media ini.

Ia mengapresiasi capaian program yang, hingga Agustus 2025 telah menjangkau 20 juta penerima manfaat melalui 5.800 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 38 provinsi seluruh Indonesia. Lebih dari itu, MBG telah menciptakan 290.000 lapangan kerja baru di sektor dapur, dan melibatkan sekitar 1 juta petani, nelayan, peternak, serta pelaku UMKM.

“Angka itu bukan kecil. MBG adalah mesin penggerak ekonomi rakyat di tingkat bawah. Petani lokal terserap, warung kecil hidup, tenaga dapur mendapat penghasilan. Ini yang perlu kita jaga dan pertahankan,” tambahnya.

Secara substantif, MBG bertujuan untuk mengatasi masalah gizi buruk dan stunting yang masih menjadi persoalan serius di Indonesia, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak-anak dan kesehatan ibu hamil serta ibu menyusui. FPN menilai tujuan mulia ini harus dijaga konsistensinya di lapangan.

Namun di balik capaian itu, Front Pemuda Nusantara tidak bisa berpura-pura tidak melihat persoalan serius yang terus berulang. Sejak Januari 2025, sejumlah kasus keracunan massal terus dilaporkan terjadi di berbagai daerah di Indonesia, diduga terkait dengan program MBG yang diluncurkan di sekolah-sekolah. Korban keracunan MBG bahkan menembus 10.482 orang pada September 2025.

“Ini bukan insiden kecil yang bisa diselesaikan dengan sekadar menutup satu dapur lalu membuka yang lain. Ini cerminan dari sistem yang tidak berjalan dengan baik. Koordinasi antara Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, dan pengelola dapur SPPG masih jauh dari ideal,” tegas Exen

Ia menyayangkan bahwa meski pemerintah telah merespons dengan berbagai langkah, korban keracunan masih terus bertambah.

“Kami mempertanyakan: di mana mekanisme pengawasan mutu makanan yang sistematis? Di mana audit rutin terhadap rantai pasok? Jangan sampai program yang dirancang untuk menyehatkan anak bangsa justru menjadi ancaman bagi mereka.”, tambah Exen.

FPN menyambut baik langkah p emerintah yang membentuk Tim Koordinasi Penyelenggaraan MBG melalui Keppres Nomor 28 Tahun 2025 untuk sinkronisasi, koordinasi, monitoring, evaluasi, dan pengendalian penyelenggaraan program. Namun regulasi di atas kertas tidak cukup tanpa implementasi yang konsisten di lapangan.

“Kami mendesak agar setiap dapur SPPG wajib menjalani sertifikasi hygiene dan audit berkala. Libatkan mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga independen sebagai bagian dari pengawasan publik. MBG terlalu penting untuk diserahkan begitu saja tanpa kontrol yang kuat”, tandas Exen Jontona.

FPN juga mendorong transparansi anggaran dan capaian program agar dapat diakses publik secara luas, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap MBG dapat terus dibangun di atas fondasi data yang jujur — bukan sekadar narasi keberhasilan semata.

****

Kontributor: Pimpinan FPN, Exen Jontona

Editor: KW

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Respon Gempa Flores, FTBM Sikka Gandeng Pos Dompet Duafha Giat Sekolah Ceria di SDI Ladubewa

20 September 2026 - 13:00 WIB

PMKRI Maumere Gelar Mimbar Bebas: Kawal Bantuan Gempa dan Desak Usut Tuntas Penembakan Dokter Hewan Asal Sikka

15 September 2026 - 19:51 WIB

PMKRI Maumere Tagih Pemkab Sikka Pertanyakan Sisa Logistik, Arah Rp17,5 Miliar Dana Pemulihan, dan Prioritas Penerima Bantuan 

13 September 2026 - 14:55 WIB

Dua Warga NTT Gugur Ditembak di Jayawijaya, PMKRI Maumere Desak Kapolri – Panglima TNI Buru Pelaku

12 September 2026 - 04:44 WIB

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU, Pengamat Maritim: Jembatan Unik Pesantren, Ekonomi Biru, dan Sektor Maritim

8 September 2026 - 13:56 WIB

Trending di Nasional