Hadir di Tengah Anak-Anak Terdampak Bencana, PMKRI Tegaskan Solidaritas Harus Menyentuh Pendidikan dan Pemulihan Anak
wacanaindonesia.id,MAUMERE, NUSA TENGGARA TIMUR — Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere kembali menunjukkan komitmennya dalam kerja-kerja kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan kepada anak-anak di SLB Bakti Luhur dan Asrama Susteran Alma Maumere.
Bantuan yang disalurkan berupa alat tulis dan pakaian anak, yang diperuntukkan bagi murid-murid dan anak-anak yang berada di kedua lembaga tersebut. Selain memberikan bantuan kebutuhan dasar, kehadiran PMKRI juga menjadi bagian dari upaya membangun kembali semangat dan rasa percaya diri anak-anak di tengah situasi pemulihan pascabencana.
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian PMKRI Maumere terhadap kelompok masyarakat, khususnya anak-anak, yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama.
Bagi PMKRI Maumere, pendidikan tidak boleh terhenti hanya karena keterbatasan ekonomi maupun situasi bencana. Alat tulis yang diberikan bukan sekadar barang, tetapi merupakan bagian dari dukungan agar anak-anak tetap memiliki semangat untuk belajar dan mengejar cita-cita.
Sementara pakaian anak yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus memberikan rasa nyaman dan layak bagi anak-anak penerima bantuan.
MELKI BATA: SOLIDARITAS HARUS HADIR DALAM TINDAKAN
Presidium Gerakan Kemasyarakatan (Germas) PMKRI Cabang Maumere, Melki Bata, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial mahasiswa untuk hadir bersama masyarakat, terutama anak-anak yang membutuhkan perhatian.
“Bagi kami, solidaritas tidak cukup hanya dengan kata-kata. Solidaritas harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Anak-anak adalah kelompok yang harus mendapatkan perhatian serius karena mereka adalah generasi yang akan menentukan masa depan daerah dan bangsa ini,” ujar Melki Bata.
Menurutnya, bantuan alat tulis dan pakaian mungkin terlihat sederhana, tetapi memiliki makna besar ketika diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
“Satu buku tulis mungkin sederhana bagi sebagian orang, tetapi bagi seorang anak yang membutuhkan, itu bisa menjadi bagian dari perjuangannya untuk tetap belajar. Begitu juga pakaian, bukan hanya soal kebutuhan sehari-hari, tetapi juga tentang memberikan rasa dihargai dan diperhatikan,” lanjutnya.
Melki menegaskan bahwa PMKRI Maumere akan terus mendorong gerakan kemasyarakatan yang tidak hanya berbicara mengenai persoalan sosial, tetapi juga mengambil bagian secara langsung dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
“PMKRI harus hadir sebagai bagian dari masyarakat. Kita tidak boleh hanya berbicara tentang persoalan rakyat dari ruang-ruang diskusi, tetapi harus turun langsung, mendengar, melihat dan bekerja bersama masyarakat. Anak-anak di SLB Bakti Luhur dan Asrama Susteran Alma adalah bagian dari masyarakat yang harus kita rangkul dan kita perjuangkan,” tegasnya.
PENDIDIKAN DAN PEMULIHAN ANAK MENJADI PERHATIAN
PMKRI Maumere melihat bahwa situasi pascabencana tidak hanya meninggalkan persoalan kerusakan fisik, tetapi juga dapat memberikan dampak sosial dan psikologis, terutama bagi anak-anak.
Karena itu, dukungan kepada anak-anak harus dilakukan secara menyeluruh, baik melalui pemenuhan kebutuhan dasar, dukungan pendidikan maupun penguatan mental dan psikososial.
PMKRI menilai bahwa kolaborasi antara organisasi mahasiswa, lembaga pendidikan, lembaga sosial, pemerintah, masyarakat dan berbagai pihak lainnya sangat penting untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan ruang yang aman untuk belajar, tumbuh dan berkembang.
Kegiatan penyaluran bantuan ini sekaligus menjadi pesan bahwa dalam situasi apa pun, anak-anak tidak boleh dibiarkan menghadapi kesulitan seorang diri.
PMKRI: GERAKAN KEMANUSIAAN ADALAH PANGGILAN MORAL
PMKRI Cabang Maumere menegaskan bahwa gerakan kemanusiaan merupakan bagian dari panggilan moral organisasi sebagai organisasi mahasiswa yang memiliki tanggung jawab terhadap kehidupan sosial masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, PMKRI berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi anak-anak di SLB Bakti Luhur dan Asrama Susteran Alma Maumere, serta menjadi pemantik bagi berbagai elemen masyarakat untuk terus membangun budaya solidaritas.
“Kami berharap bantuan ini tidak berhenti pada apa yang kami berikan hari ini. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita membangun kesadaran bersama bahwa kepedulian terhadap anak-anak merupakan tanggung jawab kita semua. Mereka harus tumbuh dengan keyakinan bahwa ada banyak orang yang peduli terhadap masa depan mereka,” tutup Melki Bata.
PMKRI Maumere juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dan mendukung terselenggaranya kegiatan sosial tersebut.
Karena bagi PMKRI, kemanusiaan bukan sekadar slogan. Kemanusiaan adalah keberanian untuk hadir, berbagi dan berjalan bersama mereka yang membutuhkan.









