Menu

Mode Gelap
Tidak Ada Jaringan Internet, Siswa SDK 058 Lere-Mapitara Laksanakan Kegiatan TKA di Polindes Kabel Bergelantungan dan Wajah Buram Tata Kelola Infrastruktur Digital Polda Metro Jaya Tahan Terduga Pelaku Persetubuhan terhadap Anak di Cawang, Kuasa Hukum Apresiasi Penyidik Giat KKN di Nagekeo, Mahasiswa NTT: Kami Siap Sukseskan Program Gentaskin Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih Jampidsus Febrie Adriansyah Buka Suara Soal Penegakan Hukum Kasus Korupsi oleh Polri Wamenaker Ajak Gen Z Jadi Wirausahawan, Jangan Tunggu Lowongan Kerja

News

Tidak Ada Jaringan Internet, Siswa SDK 058 Lere-Mapitara Laksanakan Kegiatan TKA di Polindes

Avatar photobadge-check


					Tidak Ada Jaringan Internet, Siswa SDK 058 Lere-Mapitara Laksanakan Kegiatan TKA di Polindes Perbesar

Maumere, wacanaindonesia.id-Akibat ketiadaan akses internet, sebanyak puluhan siswa-siswi SDK 056 Lere, terpaksa melaksanakan ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Polindes Egon Gahar, Kecamatan Mapitara-Sikka.

Berdasarkan penjelasan kepala sekolah, Primus Agustinus Wawo Ngebu, TKA ini dilaksanakan dengan menggunakan starlink milik warga setempat atas persetujuan dinas PKO. Para siswa terpaksa melaksanakan ujian di Polindes desa setempat.

“Kami di Desa Egon Gahar mengalami kesulitan dengan jaringan internet. Sebenarnya kami memiliki power XL, tapi sudah setengah tahun ini tidak aktif. Tapi kebetulan di Lere ini ada warga yang memiliki starlink. Tetapi jaringan ini tidak bisa menjangkau hingga di sekolah, hanya sampai Polindes. Sehingga atas persetujuan dinas PKO, kami tetap melakukan kegiatan TKA di Polindes Egon Gahar,” kata Primus, kepada media ini, Senin, 16 Meret 2026.

Sementara itu, pada proses pelaksanaan TKA dilakukan sebanyak dua sesi. Primus mengatakan butuh waktu yang panjang karena terkendala dengan hal teknis, akibat jaringan internet yang putus nyambung.

“Sesi pertama kami lakukan, tetapi belum selesai. Kami login berulang kali dan butuh waktu, sehingga kami butuh waktu sampai besok. Sementara sesi kedua bisa berjalan dengan lancar,” imbuh Primus ketika dimintai keterangan via telepon oleh media ini.

Primus menambahkan, bahwa pihaknya beberapa waktu lalu sudah mendatangi kantor Dinas PKO Kabupaten Sikka. Mereka meminta persetujuan agar pelaksaaan ujian dilaksanakan di kota. Tujuannya agar siswa bisa menumpang di sekolah tertentu yang jaringannya memadai. Namun, pihak Dinas PKO tidak mengizinkan, atas dasar kemungkinan lain yang bisa diantisipasi.

“Minggu lalu kami sudah bertemu pihak dinas PKO agar pelaksaan ujian di Maumere. Kalau bisa kami menumpang di sekolah lain, sehingga itu akan lebih mudah. Tetapi pihak dinas tidak mengizinkan. Karena memungkinkan ada starlinnk. Kami juga sediakan genset milik warga untuk antisipasi ketika listrik padam”, jelas Primus.

Primus berharap agar pemerintah bisa memperhatikan kondisi jaringan, terutama di daerah yang belum terjangkau. Selain itu, pemerintah juga bisa lebih serius dalam menangani kondisi listrik yang masih mengalami kendala.

“Kalau kami di Mapitara ini, jaringan tidak ada. Listrik itu kerap kali mati, jadi kalau listrik mati jaringan juga tidak bisa. Karena itu kami berharap kepada pemerintah memperhatikan kondisi jaringan di seluruh Indonesia, termasuk kami di Mapitara. Semoga ada orang-orang yang mau membantu kami dalam waktu dekat”, harap Primus.

Senada, Saul Bollatra, salah satu guru SDK 058 Lere juga berharap pemerintah lebih peka dalam menangani permasalahan seperti ini. Terutama dalam program anggaran MBG dan KOPDES Merah Putih yang bisa memberikan sedikit dana bagi sekolah yang terkendala jaringan. Menurut Saul, sejauh ini pemerintah hanya memberikan jawaban yang sama, namun tidak ada progres nyata dijalankan.

“Harapan kami adalah kalau ada sisa anggaran program MBG dan KopDes Merah Putih, tolong sisakan sedikit untuk kami. Karena masalah yang sama ketika kami sampaikan ke pemerintah, jawabannya masih tetap sama yaitu “Nanti diusahakan”, imbuhnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, warga berupaya untuk membelikan voucher untuk 10 peserta, 1 teknisi dan 1 proktor untuk kelancaran tes. Sementara untuk mengantisipasi listrik yang sering padam, sekolah berupaya meminjam genset milik warga.

Selain SDK Lere, beberapa SD lainya juga terdampak kendala jaringan diantaranya, SDK Natakoli, SdK Watubaler, SD Negeri Baokrenget, SD Wairpuat, SD Glak, dan SD Galit

****

Jurnalis: Risna Ase

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Giat KKN di Nagekeo, Mahasiswa NTT: Kami Siap Sukseskan Program Gentaskin

16 Juli 2026 - 08:11 WIB

BULOG NTT Rampungkan Penyaluran Banpang Februari – Maret 2026 Tepat Waktu

1 Juli 2026 - 21:30 WIB

Soroti Penggunaan Trotoar Jalan oleh UD. Fajar Barat Geliting, Organisasi IMKD: Pemerintah Jangan Tebang Pilih

29 Juni 2026 - 19:23 WIB

Menang Aklamasi, Maria Somi Sili Resmi Pimpin PMKRI Larantuka

27 Juni 2026 - 18:07 WIB

Dugaan permintaan uang tebusan oleh oknum polisi kepada pengencer BBM bersubsidi di kabupaten sikka, PMKRI maumere desak usut tuntas

27 Juni 2026 - 17:50 WIB

Trending di Nasional