Menu

Mode Gelap
Tidak Ada Jaringan Internet, Siswa SDK 058 Lere-Mapitara Laksanakan Kegiatan TKA di Polindes Kabel Bergelantungan dan Wajah Buram Tata Kelola Infrastruktur Digital Polda Metro Jaya Tahan Terduga Pelaku Persetubuhan terhadap Anak di Cawang, Kuasa Hukum Apresiasi Penyidik Giat KKN di Nagekeo, Mahasiswa NTT: Kami Siap Sukseskan Program Gentaskin Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih Jampidsus Febrie Adriansyah Buka Suara Soal Penegakan Hukum Kasus Korupsi oleh Polri Wamenaker Ajak Gen Z Jadi Wirausahawan, Jangan Tunggu Lowongan Kerja

News

Pelantikan DPP IKAL-Lemhannas, Capt. Marcellus Hakeng Soroti Pentingnya Hilirisasi Pangan dan Energi

Avatar photobadge-check


					Ketua Bidang Informasi DPP IKAL-Lemhannas masa bakti 2026-2031, DR. Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., S.H., M.H., M.Mar, saat menghadiri pelantikan pengurus di Gedung Lemhannas, Jakarta. Perbesar

Ketua Bidang Informasi DPP IKAL-Lemhannas masa bakti 2026-2031, DR. Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., S.H., M.H., M.Mar, saat menghadiri pelantikan pengurus di Gedung Lemhannas, Jakarta.

Jakarta,wacanaindonesia.id– Upacara pelantikan Dewan Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI (DPP IKAL-Lemhannas) masa bakti 2026-2031 yang digelar di Gedung Lemhannas, Jakarta, Senin (18/5/2026), menjadi momentum penting bagi arah kebijakan organisasi.

Ketua Bidang Informasi DPP IKAL-Lemhannas yang baru dilantik, DR. Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., S.H., M.H., M.Mar, menegaskan bahwa kepengurusan periode ini memikul tanggung jawab strategis dalam mengawal arah pembangunan nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.

“Pelantikan ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum untuk memperkuat peran nyata alumni Lemhannas dalam mendukung ketahanan nasional dan pembangunan Indonesia,” ujar Capt. Hakeng seusai prosesi pelantikan.

Dukungan Penuh untuk Program Prioritas Pemerintah

Dalam keterangannya, Capt. Hakeng secara khusus menyoroti pentingnya keterlibatan IKAL-Lemhannas dalam menyukseskan program hilirisasi nasional yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, strategi hilirisasi tidak boleh hanya berpusat pada sektor pertambangan dan energi mineral saja. Guna mencapai kemandirian ekonomi yang tangguh, sektor-sektor mendasar seperti pertanian dan pangan juga harus segera menerapkan prinsip hilirisasi untuk menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

“Hilirisasi harus dipandang sebagai strategi besar negara untuk meningkatkan daya saing global. Kita harus menyudahi ketergantungan pada ekspor bahan mentah, termasuk di sektor pangan,” tegas tokoh maritim tersebut.

Penguatan Daerah dan Tantangan Generasi Muda

Selain isu ekonomi makro, Capt. Hakeng memandang bahwa ketahanan nasional yang kokoh harus dimulai dari pemerataan pembangunan di tingkat daerah. Ia mendukung penuh langkah Ketua Umum DPP IKAL-Lemhannas, Prof. Purnomo Yusgiantoro, yang memprioritaskan pembentukan koordinator regional dan penguatan Dewan Pimpinan Daerah (DPD).

“Indonesia ini wilayahnya sangat luas dengan karakteristik tantangan yang berbeda di tiap daerah. Oleh karena itu, prinsip otonomi dan pemberdayaan daerah adalah bagian integral dari kekuatan bangsa,” lanjutnya.

Di sisi lain, mengantisipasi derasnya arus informasi digital dan tantangan ideologi transnasional yang menyasar generasi muda, ia mendorong IKAL-Lemhannas untuk segera bersinergi dengan lintas kementerian. Langkah ini dinilai mendesak untuk merumuskan metode sosialisasi wawasan kebangsaan yang lebih adaptif bagi generasi milenial dan Gen Z.

Optimalkan Think Tank Melalui IKAL Strategic Center

Guna mengeksekusi visi-visi strategis tersebut, Capt. Hakeng menjelaskan bahwa organisasi akan mengoptimalkan peran IKAL Strategic Center. Lembaga kajian ini diproyeksikan menjadi think tank resmi yang akan memasok rekomendasi kebijakan berbasis data dan kepentingan nasional langsung kepada pemerintah.

“Dunia berubah dengan sangat cepat di era kecerdasan buatan (AI) dan krisis pangan global saat ini. Kehadiran pusat kajian seperti IKAL Strategic Center sangat dibutuhkan untuk membantu pemerintah membaca peluang dan mengantisipasi ancaman global demi kepentingan rakyat,” pungkasnya.

***

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Giat KKN di Nagekeo, Mahasiswa NTT: Kami Siap Sukseskan Program Gentaskin

16 Juli 2026 - 08:11 WIB

BULOG NTT Rampungkan Penyaluran Banpang Februari – Maret 2026 Tepat Waktu

1 Juli 2026 - 21:30 WIB

Soroti Penggunaan Trotoar Jalan oleh UD. Fajar Barat Geliting, Organisasi IMKD: Pemerintah Jangan Tebang Pilih

29 Juni 2026 - 19:23 WIB

Menang Aklamasi, Maria Somi Sili Resmi Pimpin PMKRI Larantuka

27 Juni 2026 - 18:07 WIB

Dugaan permintaan uang tebusan oleh oknum polisi kepada pengencer BBM bersubsidi di kabupaten sikka, PMKRI maumere desak usut tuntas

27 Juni 2026 - 17:50 WIB

Trending di Nasional