Ruteng, wacanaindonesia.id-Satuan Tugas (Satgas) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Nasional resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Tengah dalam upaya penanganan bencana serta pemulihan di sektor pendidikan pascagempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026.
Kolaborasi ini difokuskan pada dua aspek utama, yaitu pendidikan dan trauma healing bagi anak-anak terdampak, serta asesmen dan pendataan menyeluruh bagi warga yang terkena musibah. Langkah ini diambil mengingat trauma berkepanjangan masih dirasakan oleh para pengungsi, khususnya anak-anak yang rentan mengalami gangguan psikologis pascabencana.
Koordinator Satgas PMKRI Nasional, Febrian Muda, menegaskan bahwa keterlibatan aktif organisasi kemahasiswaan ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat. “Kami tidak hanya hadir dalam tanggap darurat, tetapi juga ingin memastikan proses pemulihan berjalan secara terstruktur dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Febrian Mud juga meminta pemerintah daerah untuk segera melakukan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Satgas PMKRI Nasional. Menurutnya, payung hukum formal ini penting agar peran serta PMKRI dalam penanganan bencana dapat terintegrasi secara resmi dalam kebijakan pemerintah daerah. “Kami mendorong adanya MoU yang mengatur sinergi jangka panjang, termasuk melibatkan aktif PMKRI Ruteng untuk turun langsung bersama pemerintah dalam setiap tahapan penanganan bencana, mulai dari tanggap darurat, asesmen, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi,” tegas Febrian.
PMKRI Ruteng sendiri telah lebih dulu bergerak cepat dengan mendirikan posko koordinasi serta turun langsung ke kawasan terpencil yang belum tersentuh bantuan. Kehadiran kader PMKRI di Desa Golo Lanak, Kecamatan Cibal Barat, menjadi bukti komitmen organisasi dalam mengawal sisi kemanusiaan warga di pelosok yang kerap terabaikan.
Bupati Manggarai Tengah menyambut positif inisiatif kolaborasi ini. Pemerintah daerah menilai keterlibatan PMKRI sangat strategis, terutama dalam hal pendataan warga terdampak yang akurat serta program pemulihan psikososial bagi anak-anak korban bencana. Diharapkan, kolaborasi ini dapat mempercepat proses pemulihan dan memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam mendapatkan hak bantuan.
Satgas PMKRI Nasional dan PMKRI Cabang Ruteng berkomitmen untuk terus mengawal proses pemulihan di Manggarai Tengah, memastikan bahwa suara masyarakat terdengar dan kebutuhan dasar seperti air bersih, obat-obatan, serta bahan pangan pokok dapat terpenuhi secara merata.
Redaksi











