MAUMERE-Ketua DPD Wawasan Hukum Nusantara (WHN) Cabang Sikka, Arnoldus Aliando Bewat, pada Selasa, 10 Februari 2026, menyambangi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Baokrenget sekaligus menyalurkan bantuan berupa buku dan pena kepada para pelajar.
Hal itu dilakukan bukan tanpa sebab. Arnold paham, bahwa pendidikan merupakan ujung tombak peradaban dan masa depan generasi muda. Kalau Nelson Mandela, mantan Presiden Afrika Selatan menyebut pendidikan sebagai senjata untuk mengubah dunia, maka sejalan pula, Arnoldus menyebut pendidikan sebagai cahaya dalam kegelapan.
“Saya percaya bahwa, pendidikan itu ibarat lilin. Yang menerangi jalan adik-adik pelajar untuk melangkah di dalam kegelapan, menuju masa depan yang lebih cerah”, ungkap Arnold, saat bertatap muka dengan pihak sekolah.
Tentu kehadiran Arnol dan beberapa rekannya, bukan saja inisiatif yang lahir secara pribadi, tetapi tumbuh dalam semangat dan visi organisasi yakni, membentuk dan mengembangkan potensi generasi muda Indonesia yang profesional, berilmu, dan memiliki semangat kebangsaan demi tercapainya Indonesia yang berkemajuan dan berkeadilan sosial.
Wawasan Hukum Nusantara, merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan yang berpusat di Jakarta, dan berdiri pada tahun 2024 lalu. Keberpihakan organisasi WHN terhadap masalah pendidikan dan ketimpangan pembangunan di Indonesia telah menjadi program prioritas, yang terus diperjuangkan dan dijalankan oleh setiap pengurus daerah, di Indonesia.
“Pemberian donasi berupa buku dan pena ini merupakan program wajib organisasi Wawasan Hukum Nusantara sebagai kontribusi terhadap masa depan pendidikan Indonesia dan generasi muda, khususnya di daerah terluar dan miskin”, ungkap Arnold.
Menanggapi hal itu, Kepala Sekolah SDN Baokrengat, Stefanus Tewo Hurint, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada WHN Sikka, yang telah membantu menyumbangkan buku dan pena, juga atas keberpihakan terhadap akses pendidikan bagi masyarakat yang terpinggir di wilayah kabupaten Sikka.
“Saya atas nama segenap pendidik dan lembaga pendidikan SDN Baokrenget menyampaikan terima kasih kepada organisasi Wawasan Hukum Nusantara (WHN) Cabang Sikka yang telah membantu para pelajar yang kurang mampu, berupa buku dan pena. Semoga bantuan ini dapat menjadi bekal dan motivasi bagi adik-adik pelajar, untuk terus belajar dan meraih mimpi yang baik di masa depan.”, terang Stefanus.
Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan bahwa pendidikan, terkhusus untuk wilayah terpencil dan terpinggir seperti di kecamatan Mapitara, harus menjadi tanggungjawab semua elemen, baik itu pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan serta pegiat pendidikan.
“Pendidikan merupakan tanggungjawab kita semua, agar para pelajar yang dididik ini memiliki kualitas SDM yang unggul dalam mendukung kemajuan bangsa dan negara Indonesia”, ungkap Stefanus.
Di sela-sela penyaluran bantuan buku dan pena tersebut, organisasi WHN juga diberikan kesempatan oleh pihak sekolah untuk bertatap muka dan menyampaikan motivasi kepada pelajar.
“Adik-adik harus rajin dan giat dalam belajar. Jangan berhenti untuk membaca, berhitung, menulis, karena kalian adalah harapan bapa dan mama. Harapan sekolah ini. Harapan bangsa dan negara ini”, ujar Arnold.
Keprihatinan Arnold terhadap masalah dan akses pendidikan bukan lahir dalam waktu yang sebentar. Putera kelahiran Mapitara, Kabupaten Sikka ini tentu telah mengalami banyak peristiwa hidup dan pengalaman belajar, yang dimulai dari Seminari Santa Maria Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere, IFTK Ledalero, hingga dipercayakan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) WHN Cabang Sikka.
Kepada media ini, Arnold berharap kepada pihak pemerintah kabupaten Sikka, agar selalu memperhatikan masalah dan akses pendidikan yang dialami oleh masyarakat di wilayah terpencil dan terpinggir.
“Kami berharap pemerintah lebih peka melihat situasi masyarakat yang miskin dan terpinggir. Melihat akses dan masalah pendidikan yang dialami oleh sekolah-sekolah di wilayah pingggiran. Apapun alasannya, pendidikan dan masa depan anak-anak kabupaten Sikka harus menjadi prioritas pemerintah”, tutup Arnold.
***
Kontributor: Tim WHN
Editor: KW













