Menu

Mode Gelap
Tidak Ada Jaringan Internet, Siswa SDK 058 Lere-Mapitara Laksanakan Kegiatan TKA di Polindes Polda Metro Jaya Tahan Terduga Pelaku Persetubuhan terhadap Anak di Cawang, Kuasa Hukum Apresiasi Penyidik Giat KKN di Nagekeo, Mahasiswa NTT: Kami Siap Sukseskan Program Gentaskin Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih Jampidsus Febrie Adriansyah Buka Suara Soal Penegakan Hukum Kasus Korupsi oleh Polri Wamenaker Ajak Gen Z Jadi Wirausahawan, Jangan Tunggu Lowongan Kerja Pelatih Mesir Tuding Wasit Rugikan Timnya saat Kalah dari Argentina di Piala Dunia 2026

Pendidikan & Teknologi

Mafindo Maumere Gelar Kelas Kecerdasan Artifisial, “AI Goes To School” Dorong Guru Bijak Dalam Menggunakan AI

Avatar photobadge-check


					Mafindo Maumere Gelar Kelas Kecerdasan Artifisial, “AI Goes To School” Dorong Guru Bijak Dalam Menggunakan AI Perbesar

WacanaIndonesiaId,Ende– Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) wilayah Maumere menyelenggarakan kelas offline program AI Goes to School (AIGTS) bertempat di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 28/03/2026.

Kegiatan ini didukung oleh Asian Venture Philanthropy Network (AVPN), dan merupakan langkah awal dari visi besar untuk mendampingi 10.000 guru di 40 kota, agar mampu memanfaatkan teknologi AI dalam pekerjaan sehari-hari.

Program ini dirancang agar para pendidik di Ende dapat bertransformasi menjadi guru yang cerdas dalam mengadopsi teknologi, bijak dalam memfilter informasi serta menangkal hoaks berbasis AI, sehingga mampu memberikan hasil yang berdampak nyata bagi kualitas pendidikan di kelas.

Rofinus Riwu, selaku Person in Charge (PIC) pelaksana kegiatan, menekankan pentingnya kegiatan ini bagi hadirnya guru demi memberikan penguatan kepada guru dari berbagai jenjang pendidikan untuk menguji efektivitas modul pembelajaran AI. Berbagai pendapat dari para guru akan menjadi tola ukur dalam evaluasi kegiatan selanjutnya.

“Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teori, melainkan sebuah pilot project krusial untuk menguji efektivitas modul pembelajaran AI dan fungsionalitas platform LMS dalam konteks nyata di lapangan. Kami melibatkan 77 guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMA/SMK di Kabupaten Ende, untuk memastikan bahwa teknologi ini dapat diadaptasi oleh seluruh pendidik tanpa memandang tingkat sekolah tempat mereka mengabdi. Masukan langsung dari para guru hari ini akan menjadi fondasi utama dalam menyempurnakan program sebelum nantinya diimplementasikan secara menyeluruh di 40 kota lainnya di Indonesia,” Kata Rofinus.

Dalam membentuk pendidik yang cerdas dalam penggunaan AI, Rofinus menambahkan fokus utama dalam kegiatan ini adalah agar guru dapat lebih bijak dalam menggunakan AI tanpa tergantikan perannya. Dengan metode simulasi praktik dan latihan navigasi LMS, kegiatan ini akan memberikan gambaran relevansi materi dengan kebutuhan guru di lapangan.

“Fokus utama kami adalah membentuk pendidik yang cerdas dalam memilih perkakas AI dan bijak dalam pemanfaatannya agar tidak menggantikan peran kemanusiaan guru, melainkan memperkuatnya. Melalui simulasi praktis dan latihan navigasi LMS yang kami laksanakan, para peserta diajak untuk mencoba menerapkan modul AI secara langsung ke dalam skenario pembelajaran sesuai mata pelajaran mereka masing-masing. Kami ingin melihat sejauh mana relevansi materi yang kami susun dengan kebutuhan riil guru saat menghadapi siswa di kelas setiap harinya.” Ujar Rofinus.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, skema apresiasi yang didapatkan peserta adalah berupa biaya penggantian internet yang akan ditransfer langsung ke e-wallet peserta setelah mereka berhasil menyelesaikan seluruh tahapan dan mendapatkan sertifikat. Langkah ini merupakan bentuk dukungan nyata Mafindo agar semangat transformasi digital di kalangan guru dapat terus terjaga hingga program ini tuntas sepenuhnya.

Pasca kegiatan tatap muka, pendampingan ini akan dilanjutkan dengan pembelajaran mandiri melalui LMS selama satu pekan ke depan dengan bimbingan intensif dari tim trainer melalui grup WhatsApp dengan tujuan transformasi ini benar-benar Berdampak panjang.

Peserta pelatihan intensif ini, terdiri dari 77 guru terpilih dari jenjang SD hingga SMA/SMK di Kabupaten Ende.

Kontributor: Will Krado

Editor          : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Giat KKN di Nagekeo, Mahasiswa NTT: Kami Siap Sukseskan Program Gentaskin

16 Juli 2026 - 08:11 WIB

BULOG NTT Rampungkan Penyaluran Banpang Februari – Maret 2026 Tepat Waktu

1 Juli 2026 - 21:30 WIB

Soroti Penggunaan Trotoar Jalan oleh UD. Fajar Barat Geliting, Organisasi IMKD: Pemerintah Jangan Tebang Pilih

29 Juni 2026 - 19:23 WIB

Menang Aklamasi, Maria Somi Sili Resmi Pimpin PMKRI Larantuka

27 Juni 2026 - 18:07 WIB

Dugaan permintaan uang tebusan oleh oknum polisi kepada pengencer BBM bersubsidi di kabupaten sikka, PMKRI maumere desak usut tuntas

27 Juni 2026 - 17:50 WIB

Trending di Nasional