Menu

Mode Gelap
Tidak Ada Jaringan Internet, Siswa SDK 058 Lere-Mapitara Laksanakan Kegiatan TKA di Polindes Respon Gempa Flores, FTBM Sikka Gandeng Pos Dompet Duafha Giat Sekolah Ceria di SDI Ladubewa HIMPAUDI NTT Salurkan Sembako untuk Guru PAUD Korban Gempa di Sikka PMKRI Maumere Gelar Mimbar Bebas: Kawal Bantuan Gempa dan Desak Usut Tuntas Penembakan Dokter Hewan Asal Sikka PMKRI Maumere Tagih Pemkab Sikka Pertanyakan Sisa Logistik, Arah Rp17,5 Miliar Dana Pemulihan, dan Prioritas Penerima Bantuan  Dua Warga NTT Gugur Ditembak di Jayawijaya, PMKRI Maumere Desak Kapolri – Panglima TNI Buru Pelaku PMKRI Nasional Jangkau Tonggurambang, Bantuan Datang di Tengah Konflik Lahan dan Keterbatasan Hunian

News

Langkah Bupati Sikka Bangun Budaya Baca: Gerakan 30 Menit Membaca Resmi Berlaku

Avatar photobadge-check


					Langkah Bupati Sikka Bangun Budaya Baca: Gerakan 30 Menit Membaca Resmi Berlaku Perbesar

MAUMERE, wacanaindonesia.id.– Pemerintah Kabupaten Sikka memperkuat budaya literasi melalui Surat Edaran Bupati Juventus Prima Yoris Kago Nomor: ArsipPustaka.000.14.4/75/2026 tentang Gerakan Tiga Puluh Menit Membaca, Wisata Literasi dan Sains, serta Penguatan Ekosistem Literasi. Kebijakan ini mulai berlaku pada 22 April 2026.

Program ini mewajibkan seluruh satuan pendidikan melaksanakan kegiatan membaca buku non-pelajaran selama 30 menit sebelum dan setelah jam belajar.

Kegiatan dapat dilakukan di berbagai ruang literasi, seperti perpustakaan daerah, sekolah, pojok baca, hingga taman bacaan masyarakat, dengan bahan bacaan yang beragam mulai dari cerita, sains populer, hingga biografi dan budaya lokal.

Selain itu, pemerintah daerah juga mewajibkan program Wisata Literasi dan Sains minimal satu kali setiap semester melalui kunjungan edukatif dan dialog interaktif untuk mendukung pembelajaran kontekstual.

Untuk memperluas dampak, Pemkab Sikka akan menggelar Festival Literasi tahunan yang melibatkan pelajar, komunitas, dan berbagai pihak, serta mengoptimalkan layanan perpustakaan keliling hingga ke desa-desa melalui kegiatan membaca bersama dan diskusi literasi.

Pemerintah juga mendorong keterlibatan instansi dan sektor swasta dalam penyediaan fasilitas literasi. Sementara itu, monitoring dan evaluasi akan dilakukan secara berkala oleh pemerintah daerah guna memastikan efektivitas dan keberlanjutan program.

Langkah ini diharapkan dapat membangun budaya membaca serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sikka secara berkelanjutan.

 

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Respon Gempa Flores, FTBM Sikka Gandeng Pos Dompet Duafha Giat Sekolah Ceria di SDI Ladubewa

20 September 2026 - 13:00 WIB

HIMPAUDI NTT Salurkan Sembako untuk Guru PAUD Korban Gempa di Sikka

16 September 2026 - 17:39 WIB

PMKRI Maumere Gelar Mimbar Bebas: Kawal Bantuan Gempa dan Desak Usut Tuntas Penembakan Dokter Hewan Asal Sikka

15 September 2026 - 19:51 WIB

PMKRI Maumere Tagih Pemkab Sikka Pertanyakan Sisa Logistik, Arah Rp17,5 Miliar Dana Pemulihan, dan Prioritas Penerima Bantuan 

13 September 2026 - 14:55 WIB

PMKRI Nasional Jangkau Tonggurambang, Bantuan Datang di Tengah Konflik Lahan dan Keterbatasan Hunian

11 September 2026 - 19:08 WIB

Trending di News