Menu

Mode Gelap
Tidak Ada Jaringan Internet, Siswa SDK 058 Lere-Mapitara Laksanakan Kegiatan TKA di Polindes Dua Warga NTT Gugur Ditembak di Jayawijaya, PMKRI Maumere Desak Kapolri – Panglima TNI Buru Pelaku PMKRI Nasional Jangkau Tonggurambang, Bantuan Datang di Tengah Konflik Lahan dan Keterbatasan Hunian Ritual Loka Po’o, Tradisi Adat Desa Korobhera Menyambut Musim Tanam Akses Jalan Mangkrak Lima Tahun, Warga Korobhera Sikka Pertanyakan Kelanjutan Perbaikan Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU, Pengamat Maritim: Jembatan Unik Pesantren, Ekonomi Biru, dan Sektor Maritim PMKRI Hadir di SD Tontang, Hapus Trauma dan Tebar Tawa Bersama Siswa

News

Warga Teka Iku Sikka Didirikan Tenda Mandiri Usai Gempa, Mengaku Trauma dan Butuh Sembako

Avatar photobadge-check

 

 

Maumere, Wacanaindonesia.id_Warga Desa Teka Iku, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), memilih mendirikan tenda secara mandiri usai gempa bumi mengguncang wilayah tersebut, Sabtu (15/8/2026).

Gempa ini berdampak pada rasa aman warga hingga memicu trauma untuk beraktivitas kembali di kebun.

Berdasarkan laporan pemerintah desa setempat, tenda mandiri tersebut tersebar di beberapa titik pemukiman.

Sebarannya meliputi 5 titik di Dusun Hubin Kloang, 2 titik di Dusun Hubin Natar, dan 2 titik di Dusun Wolomude.

Diketahui satu tempat ibadah di Wolomude alami kerusakan parah.

Meskipun tidak ada kerusakan massal rumah warga yang tergolong berat, beberapa warga mengalami dampak psikis berupa trauma.

Kerusakan rumah warga didominasi retak-retak ringan hingga sedang, serta satu unit rumah dilaporkan hancur.

Kondisi psikologis warga yang trauma beraktivitas di kebun berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan pangan harian mereka.

Warga setempat, Maria Densiana, menyampaikan keterbatasan pangan yang dialami warga mengandalkan aksi saling berbagi dalam tenda.

“Beras satu kilo kami bagi 3 rumah,” katanya.

Ia juga menuturkan, akhir-akhir ini warga trauma untuk bekerja.

Untuk bertahan hidup di tenda pengungsian mandiri, warga berharap adanya ulur tangan tambahan dari pihak terkait, khususnya logistik bahan pokok.

“Kami butuh sembako saja, karena mau masuk kebun juga takut,” tuturnya.

Hingga saat ini, pasokan bantuan dinilai masih sangat terbatas.

Bantuan awal yang tercatat baru berasal dari Pertamina berupa beras, paket sembako, dan peralatan mandi seadanya

Namun jumlah tersebut belum mencukupi seluruh kebutuhan warga terdampak.

Jurnalis: Risna Ase

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PMKRI Nasional Jangkau Tonggurambang, Bantuan Datang di Tengah Konflik Lahan dan Keterbatasan Hunian

11 September 2026 - 19:08 WIB

Ritual Loka Po’o, Tradisi Adat Desa Korobhera Menyambut Musim Tanam

10 September 2026 - 18:52 WIB

Akses Jalan Mangkrak Lima Tahun, Warga Korobhera Sikka Pertanyakan Kelanjutan Perbaikan

9 September 2026 - 18:03 WIB

PMKRI Hadir di SD Tontang, Hapus Trauma dan Tebar Tawa Bersama Siswa

8 September 2026 - 12:31 WIB

Satgas PP PMKRI Serahkan Bantuan Sembako untuk Warga Desa Biawaek

7 September 2026 - 21:36 WIB

Trending di News