Menu

Mode Gelap
Tidak Ada Jaringan Internet, Siswa SDK 058 Lere-Mapitara Laksanakan Kegiatan TKA di Polindes Bupati Ende: “Kalian Adalah Investasi Masa Depan Ende,” 70 Mahasiswa Korban Gempa Flores Berangkat Raih Mimpi di Jawa Timur Relawan Diaspora NTT Tembus Daerah Terisolir, 170 Paket Bantuan Gempa Disalurkan di Sikka OMK Paroki Wolofeo Gelar Doa Bersama, Aksi Seribu Lilin dan Penggalangan Dana untuk Korban Gempa Flores 1.436 Warga Terdampak Gempa di Kelurahan Nagesapadhi Belum Terima Bantuan, Ibu Irawini: Jangan Sampai Bantuan Hanya Berhenti di Posko Akibat Bantuan Tidak Merata dan Sedikit yang Diberi, Ini Kata Ibu Marta Mewakili Warga Terdampak PMKRI Maumere Minta Wapres Gibran Turun ke Palue: Korban Bencana Jangan Dipaksa Mengambil Risiko untuk Mendapatkan Bantuan

News

Warga Teka Iku Sikka Didirikan Tenda Mandiri Usai Gempa, Mengaku Trauma dan Butuh Sembako

Avatar photobadge-check

 

 

Maumere, Wacanaindonesia.id_Warga Desa Teka Iku, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), memilih mendirikan tenda secara mandiri usai gempa bumi mengguncang wilayah tersebut, Sabtu (15/8/2026).

Gempa ini berdampak pada rasa aman warga hingga memicu trauma untuk beraktivitas kembali di kebun.

Berdasarkan laporan pemerintah desa setempat, tenda mandiri tersebut tersebar di beberapa titik pemukiman.

Sebarannya meliputi 5 titik di Dusun Hubin Kloang, 2 titik di Dusun Hubin Natar, dan 2 titik di Dusun Wolomude.

Diketahui satu tempat ibadah di Wolomude alami kerusakan parah.

Meskipun tidak ada kerusakan massal rumah warga yang tergolong berat, beberapa warga mengalami dampak psikis berupa trauma.

Kerusakan rumah warga didominasi retak-retak ringan hingga sedang, serta satu unit rumah dilaporkan hancur.

Kondisi psikologis warga yang trauma beraktivitas di kebun berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan pangan harian mereka.

Warga setempat, Maria Densiana, menyampaikan keterbatasan pangan yang dialami warga mengandalkan aksi saling berbagi dalam tenda.

“Beras satu kilo kami bagi 3 rumah,” katanya.

Ia juga menuturkan, akhir-akhir ini warga trauma untuk bekerja.

Untuk bertahan hidup di tenda pengungsian mandiri, warga berharap adanya ulur tangan tambahan dari pihak terkait, khususnya logistik bahan pokok.

“Kami butuh sembako saja, karena mau masuk kebun juga takut,” tuturnya.

Hingga saat ini, pasokan bantuan dinilai masih sangat terbatas.

Bantuan awal yang tercatat baru berasal dari Pertamina berupa beras, paket sembako, dan peralatan mandi seadanya

Namun jumlah tersebut belum mencukupi seluruh kebutuhan warga terdampak.

Jurnalis: Risna Ase

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Ende: “Kalian Adalah Investasi Masa Depan Ende,” 70 Mahasiswa Korban Gempa Flores Berangkat Raih Mimpi di Jawa Timur

24 Agustus 2026 - 21:21 WIB

Relawan Diaspora NTT Tembus Daerah Terisolir, 170 Paket Bantuan Gempa Disalurkan di Sikka

24 Agustus 2026 - 09:54 WIB

OMK Paroki Wolofeo Gelar Doa Bersama, Aksi Seribu Lilin dan Penggalangan Dana untuk Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026 - 01:50 WIB

1.436 Warga Terdampak Gempa di Kelurahan Nagesapadhi Belum Terima Bantuan, Ibu Irawini: Jangan Sampai Bantuan Hanya Berhenti di Posko

23 Agustus 2026 - 09:25 WIB

Akibat Bantuan Tidak Merata dan Sedikit yang Diberi, Ini Kata Ibu Marta Mewakili Warga Terdampak

21 Agustus 2026 - 22:50 WIB

Trending di News