Menu

Mode Gelap
Tidak Ada Jaringan Internet, Siswa SDK 058 Lere-Mapitara Laksanakan Kegiatan TKA di Polindes Bupati Ende: “Kalian Adalah Investasi Masa Depan Ende,” 70 Mahasiswa Korban Gempa Flores Berangkat Raih Mimpi di Jawa Timur Relawan Diaspora NTT Tembus Daerah Terisolir, 170 Paket Bantuan Gempa Disalurkan di Sikka OMK Paroki Wolofeo Gelar Doa Bersama, Aksi Seribu Lilin dan Penggalangan Dana untuk Korban Gempa Flores 1.436 Warga Terdampak Gempa di Kelurahan Nagesapadhi Belum Terima Bantuan, Ibu Irawini: Jangan Sampai Bantuan Hanya Berhenti di Posko Akibat Bantuan Tidak Merata dan Sedikit yang Diberi, Ini Kata Ibu Marta Mewakili Warga Terdampak PMKRI Maumere Minta Wapres Gibran Turun ke Palue: Korban Bencana Jangan Dipaksa Mengambil Risiko untuk Mendapatkan Bantuan

News

Relawan Diaspora NTT Tembus Daerah Terisolir, 170 Paket Bantuan Gempa Disalurkan di Sikka

Avatar photobadge-check


					Relawan Diaspora NTT Tembus Daerah Terisolir, 170 Paket Bantuan Gempa Disalurkan di Sikka Perbesar

MAUMERE, wacanaindonesia.id – Medan dan akses jalan yang sulit tidak menyurutkan kepedulian relawan diaspora Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menjangkau masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Sikka.

Melalui program Aksi Peduli Gempa Flores, sebanyak 170 paket bantuan disalurkan kepada warga di sejumlah wilayah Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Minggu (23/8/2026). Dalam prosesnya, relawan diaspora NTT menggandeng PMKRI Maumere serta relawan lokal untuk menjangkau titik-titik yang berada di wilayah dengan akses terbatas dan sulit dilalui kendaraan.

Bantuan tersebut disebarkan ke delapan titik. Tiga titik berada di Posko Bora Bupur, dua titik di Wolonwalu, sementara masing-masing satu titik berada di Wolokoli, Hokor dan Klotong.

Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT di Jakarta, Florida Taty Satyawati, ST., mengatakan penyaluran bantuan kali ini merupakan bagian dari tahap kedua Aksi Peduli Gempa Flores.

“Perjalanan ke setiap titik tidak mudah, tetapi semangat untuk berbagi terus berjalan. Bantuan bukan hanya tentang apa yang diberikan, tetapi juga tentang menghadirkan harapan dan kekuatan bagi mereka yang sedang menghadapi masa sulit,” ujar Taty.

Untuk wilayah Maumere dan sekitarnya, program tersebut menargetkan penyaluran sebanyak 300 paket sembako. Sebanyak 170 paket dialokasikan untuk masyarakat terdampak di Kecamatan Bola, sedangkan 130 paket lainnya direncanakan disalurkan ke Kecamatan Lela.

Menurut Taty, keberadaan relawan lokal menjadi bagian penting dalam proses distribusi, terutama untuk mengetahui kondisi lapangan dan membantu membuka akses menuju masyarakat yang berada di wilayah sulit dijangkau.

Tim harus menggunakan berbagai moda transportasi untuk memastikan bantuan dapat tiba di tangan warga. Selain satu unit mobil, relawan juga memanfaatkan sepeda motor ojek daring untuk menjangkau sejumlah lokasi.

Gandeng PMKRI Maumere dan Relawan Lokal

Kolaborasi antara diaspora NTT, PMKRI Maumere dan relawan lokal dilakukan untuk memperluas jangkauan distribusi bantuan. Kehadiran relawan di tingkat lokal dinilai membantu tim mengidentifikasi lokasi warga yang membutuhkan serta menyesuaikan pola distribusi dengan kondisi medan.

Taty mengatakan Aksi Peduli Gempa Flores merupakan bentuk solidaritas masyarakat NTT di perantauan, khususnya diaspora NTT di Jakarta dan wilayah Jabodetabek.

Gerakan tersebut menghimpun bantuan dari masyarakat, kementerian serta berbagai pihak yang mempercayakan penyalurannya kepada Tim Aksi Peduli Gempa Flores.

“Kami berkomitmen agar bantuan yang dipercayakan kepada kami benar-benar sampai kepada masyarakat yang terdampak,” kata Taty.

Ia juga menegaskan bahwa persoalan distribusi bantuan di sejumlah wilayah bukan semata-mata berkaitan dengan ketersediaan bantuan. Tantangan yang cukup besar justru berada pada akses menuju lokasi-lokasi yang sulit dijangkau.

Sejumlah bantuan lainnya, kata dia, masih menunggu proses pengiriman menuju wilayah terdampak gempa di Flores.

Warga Sambut Bantuan

Pemerintah desa dan masyarakat di sejumlah titik penyaluran menyambut baik kedatangan para relawan. Bantuan berupa kebutuhan dasar tersebut dinilai membantu warga yang masih menghadapi situasi sulit pascagempa.

Selain persoalan akses, beberapa wilayah juga masih menghadapi keterbatasan air bersih sehingga kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi perhatian.

Taty berharap solidaritas dari berbagai elemen masyarakat dapat terus berlanjut selama proses pemulihan pascabencana.

“Bersama-sama kita bangkit, kita pulih, dan kita lewati masa sulit ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Ende: “Kalian Adalah Investasi Masa Depan Ende,” 70 Mahasiswa Korban Gempa Flores Berangkat Raih Mimpi di Jawa Timur

24 Agustus 2026 - 21:21 WIB

OMK Paroki Wolofeo Gelar Doa Bersama, Aksi Seribu Lilin dan Penggalangan Dana untuk Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026 - 01:50 WIB

1.436 Warga Terdampak Gempa di Kelurahan Nagesapadhi Belum Terima Bantuan, Ibu Irawini: Jangan Sampai Bantuan Hanya Berhenti di Posko

23 Agustus 2026 - 09:25 WIB

Akibat Bantuan Tidak Merata dan Sedikit yang Diberi, Ini Kata Ibu Marta Mewakili Warga Terdampak

21 Agustus 2026 - 22:50 WIB

PMKRI Maumere Minta Wapres Gibran Turun ke Palue: Korban Bencana Jangan Dipaksa Mengambil Risiko untuk Mendapatkan Bantuan

20 Agustus 2026 - 15:29 WIB

Trending di Nasional