Ende, NTT–wacanaindonesia.id — Di tengah luka dan duka serta keterbatasan dan kesulitan yang masih dirasakan masyarakat Flores khususnya kabupaten Ende akibat guncangan gempa tersebut, kini muncul harapan baru. Sebanyak 70 mahasiswa asal Kabupaten Ende, yang umumnya merupakan korban Gempa Flores dan berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi kategori Desil 1 hingga 4, mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi melalui Program Beasiswa KIP Kuliah di Universitas Doktor Nugroho (UDN) Magetan, Jawa Timur.
Bagi 70 anak muda ini, kesempatan tersebut bukan sekadar perjalanan meninggalkan Flores menuju Pulau Jawa. Di balik keberangkatan mereka, ada harapan orang tua, ada perjuangan keluarga yang selama ini hidup dalam keterbatasan, dan ada mimpi anak-anak kampung yang akhirnya mendapat kesempatan duduk di bangku perguruan tinggi.
Program beasiswa tersebut difasilitasi melalui aspirasi Anggota DPRD Kabupaten Ende dari Fraksi PDI Perjuangan, Ferdinandus Watu, atau yang akrab disapa Nando Watu.
Dalam acara pelepasan mahasiswa di Rumah Jabatan Bupati Ende, pada Minggu, 23 Agustus 2026, politisi muda PDI Perjuangan itu mengatakan program tersebut merupakan bagian dari perjuangannya sebagai wakil rakyat untuk membuka jalan pendidikan bagi anak-anak Flores, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu dan korban gempa.
“Ini bagian dari tanggung jawab dan Aspirasi sebagai wakil rakyat dalam memfasilitasi dan mendukung anak-anak Flores dan Ende khususnya, agar anak anak dari kampung dan desa yang berlatar belakang ekonomi lemah, dari orang tua yang tidak mampu, dan juga korban gempa mendapat akses pendidikan yang layak lewat jalur Beasiswa ini,” kata Politisi muda PDI Perjuangan itu pada saat acara pelepasan mahasiswa yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Ende, pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Perjalanan menuju bangku kuliah itu tidak datang begitu saja. Nando Watu yang juga menjadi koordinator beasiswa menjelaskan, proses seleksi telah berlangsung sejak Mei 2026.
Ratusan calon mahasiswa mendaftarkan diri. Mereka mengikuti proses seleksi administrasi dan wawancara. Dari ratusan anak yang berharap mendapatkan kesempatan, akhirnya 70 mahasiswa dinyatakan lolos.
Menurutnya, Mereka akan diberangkatkan menuju Magetan dalam tiga gelombang. Gelombang pertama dijadwalkan berangkat pada 24 Agustus 2026, gelombang kedua pada 29 Agustus 2026, sementara gelombang ketiga akan berangkat pada September 2026.
“Mahasiswa penerima beasiswa KIP kuliah ini, setelah melewati proses seleksi admistrasi dan wawancara dan lolos untuk 9 program studi, yakni program studi, Bahasa Inggris, PGSD, PJOK, Informatika, pengolahan pangan, sosial ekonomi pertanian, pendidikan guru paud, pendidikan luar biasa, masing-masing akan mendapat bantuan berupa keuangan sebesar 4,8 juta per semester, dan untuk program unggulan seperti PGSD, Bahasa Inggris dan Pendidikan Olahraga akan mendapat 8 juta persemster”
Bagi anak-anak yang selama ini tumbuh di kampung dan desa dengan segala keterbatasan, kesempatan tersebut menjadi pintu yang sangat berarti. Tidak semua orang tua memiliki kemampuan membiayai pendidikan anak hingga perguruan tinggi. Apalagi bagi keluarga yang juga harus menghadapi dampak Gempa Flores.
Kini, 70 mahasiswa tersebut membawa kesempatan yang mungkin selama ini hanya menjadi impian.
Sementara itu, Perwakilan Universitas Doktor Nugroho Magetan, Atanasia Dian Setiati, menyambut hangat para mahasiswa asal Ende. Ia menegaskan bahwa para mahasiswa tidak akan dibiarkan berjalan sendiri ketika tiba di tanah rantau. Pihak kampus akan membantu mereka, termasuk dalam urusan penjemputan, tempat tinggal dan proses adaptasi selama menempuh pendidikan.
“Kalian kini bagian dari keluarga besar UDN. Tunjukkan karakter jujur, terbuka, dan saling mendukung, saat setiba di Surabaya Anak anak akan dijemput oleh kendaraan kampus, dan akan dibantu u fasilitasi tempat tinggal selama kuliah di Magthan” katanya.
Pesan itu menjadi penguat bagi puluhan mahasiswa yang sebentar lagi harus meninggalkan keluarga dan kampung halaman. Mereka akan menempuh perjalanan jauh menuju Jawa Timur, memasuki lingkungan baru dan menghadapi kehidupan baru sebagai mahasiswa asal Ende yang juga dikenal dari kota kelahiran Pancasila.
Puncak pesan penuh harapan datang dari Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda.
Di hadapan para mahasiswa dan orang tua, serta Anggota DPRD Ende Bupati menaruh harapan besar kepada generasi muda tersebut. Menurutnya, Kabupaten Ende dalam 10 hingga 15 tahun ke depan membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengisi berbagai ruang pembangunan di Ende.
Ia berharap, setelah menyelesaikan pendidikan, anak-anak Ende dapat kembali dan mengabdikan ilmu serta kemampuan mereka untuk membangun daerah.
“Kita akan membuka BLUD dalam aneka bidang , pertanian dan peternakan, pasar, perikanan, kesehatan jadi kami berharap anak-anak kembali ke Ende setalah lulus dan mampu mengisi ruang kerja yang ada yang disiapkan pemerintah. Kalian adalah investasi masa depan Ende, berjuanglah, dan membawa nama Baik daerah,” tutur Yoseph yang adalah ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ende saat ini.
Pesan itu terdengar sederhana, tetapi memiliki makna besar bagi 70 mahasiswa yang akan segera meninggalkan Flores.
Mereka pergi untuk belajar. Mereka pergi untuk mengejar ilmu. Namun harapan pemerintah dan masyarakat Ende adalah suatu ketika setelah selesai harus pulang kembali ke daerahnya sendiri.
Kembali bukan dengan otak kosong. Kembali dengan ilmu. Kembali dengan kemampuan. Dan kembali untuk membangun tanah yang telah membesarkan mereka.!!!
Acara pelepasan berlangsung khidmat dan penuh harapan. Para mahasiswa dilepas secara resmi oleh Bupati Ende dengan turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Ende, utusan Universitas Doktor Nugroho Magetan, para mahasiswa serta orang tua.
Di tengah berbagai kesulitan yang masih membayangi masyarakat Flores pascagempa, keberangkatan 70 mahasiswa ini menjadi satu pesan penting: keterbatasan ekonomi dan musibah tidak boleh mematikan masa depan anak-anak Flores.
Kini, 70 anak muda asal Ende itu mulai melangkah meninggalkan kampung halaman. Di pundak mereka ada doa orang tua. Di dalam hati mereka ada mimpi. Dan di hadapan mereka, terbuka jalan panjang menuju masa depan.
Seperti pesan Bupati Ende kepada mereka, “Kalian adalah investasi masa depan Ende, berjuanglah.”
Editor: Niko Sanggu









