Menu

Mode Gelap
Tidak Ada Jaringan Internet, Siswa SDK 058 Lere-Mapitara Laksanakan Kegiatan TKA di Polindes Kabel Bergelantungan dan Wajah Buram Tata Kelola Infrastruktur Digital Polda Metro Jaya Tahan Terduga Pelaku Persetubuhan terhadap Anak di Cawang, Kuasa Hukum Apresiasi Penyidik Giat KKN di Nagekeo, Mahasiswa NTT: Kami Siap Sukseskan Program Gentaskin Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih Jampidsus Febrie Adriansyah Buka Suara Soal Penegakan Hukum Kasus Korupsi oleh Polri Wamenaker Ajak Gen Z Jadi Wirausahawan, Jangan Tunggu Lowongan Kerja

Ekonomi & Ekologi

Wamenaker Ajak Gen Z Jadi Wirausahawan, Jangan Tunggu Lowongan Kerja

Avatar photobadge-check


					Wamenaker Ajak Gen Z Jadi Wirausahawan, Jangan Tunggu Lowongan Kerja Perbesar

Jakarta, wacanaindonesia.id—Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, mengajak generasi muda, khususnya Gen Z untuk mulai berpikir membangun usaha sendiri. Menurutnya, pola pikir tersebut penting sebagai salah satu cara mengatasi terbatasnya lapangan kerja di tengah tingginya jumlah pencari kerja baru tiap tahun.

‎Dalam podcast Money Honey bersama CNN Indonesia, Selasa (7/7), Afriansyah menyebut pemerintah memang terus berupaya menciptakan lapangan kerja melalui program seperti Magang Hub. Namun ia menilai perlu ada perubahan mindset, agar lulusan baru tidak hanya bergantung pada pekerjaan di perusahaan.

‎“Mindset yang ingin saya bangun adalah setelah lulus, anak-anak muda juga harus punya prinsip untuk membuka usaha kecil,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, sebagian anak muda memiliki peluang memulai usaha, terutama yang mendapat dukungan modal dari keluarga. Usaha kecil tersebut dinilai bisa berkembang dan menyerap tenaga kerja, meski hanya 1 hingga 3 orang di awal.

‎“Dulu setelah SMA maunya jadi PNS. Sekarang kita ubah. Bagaimana jika setelah lulus menjadi entrepreneur yang bisa menolong diri sendiri dan membuka pekerjaan untuk orang lain,” katanya.

‎Meski begitu, Afriansyah menyadari tidak semua lulusan memiliki modal untuk langsung berwirausaha. Karena itu pemerintah tetap fokus memperluas lapangan kerja melalui sektor industri.

‎Ia mendorong masuknya investasi pada industri padat karya, terutama di wilayah Jawa Tengah. Menurutnya, sektor seperti industri alas kaki masih punya potensi ekspor besar dan mampu menyerap ribuan pekerja dalam satu pabrik.

‎Di akhir, Afriansyah menekankan pentingnya kolaborasi di tengah kondisi ekonomi global yang menantang. Pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja harus bersama-sama menjaga iklim usaha agar peluang kerja tetap tersedia.*

****

Penulis: Petrus Didi Mahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua TP PKK Sikka Fista Sambuari Kago : Menjaga Teluk Maumere Adalah Menjaga Masa Depan Generasi 

6 Juni 2026 - 22:50 WIB

PTTEP Indonesia dan Kemenko Pangan Resmikan Fasilitas Pengolahan Sampah Organik di Labuan Bajo

12 April 2026 - 20:05 WIB

Siap Hadapi Perubahan Iklim, Orang Muda Sikka Belajar Aksi Antisipasi Bencana dan Inovasi Limbah di Desa Hoder

7 April 2026 - 17:15 WIB

AWAS Tanam 270 Mangrove dan Gelar Pangan Murah di Nangahale, Peringati HUT ke-12

14 Februari 2026 - 11:18 WIB

Trending di Ekonomi & Ekologi