Jakarta, wacanaindonesia.id—Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, mengajak generasi muda, khususnya Gen Z untuk mulai berpikir membangun usaha sendiri. Menurutnya, pola pikir tersebut penting sebagai salah satu cara mengatasi terbatasnya lapangan kerja di tengah tingginya jumlah pencari kerja baru tiap tahun.
Dalam podcast Money Honey bersama CNN Indonesia, Selasa (7/7), Afriansyah menyebut pemerintah memang terus berupaya menciptakan lapangan kerja melalui program seperti Magang Hub. Namun ia menilai perlu ada perubahan mindset, agar lulusan baru tidak hanya bergantung pada pekerjaan di perusahaan.
“Mindset yang ingin saya bangun adalah setelah lulus, anak-anak muda juga harus punya prinsip untuk membuka usaha kecil,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagian anak muda memiliki peluang memulai usaha, terutama yang mendapat dukungan modal dari keluarga. Usaha kecil tersebut dinilai bisa berkembang dan menyerap tenaga kerja, meski hanya 1 hingga 3 orang di awal.
“Dulu setelah SMA maunya jadi PNS. Sekarang kita ubah. Bagaimana jika setelah lulus menjadi entrepreneur yang bisa menolong diri sendiri dan membuka pekerjaan untuk orang lain,” katanya.
Meski begitu, Afriansyah menyadari tidak semua lulusan memiliki modal untuk langsung berwirausaha. Karena itu pemerintah tetap fokus memperluas lapangan kerja melalui sektor industri.
Ia mendorong masuknya investasi pada industri padat karya, terutama di wilayah Jawa Tengah. Menurutnya, sektor seperti industri alas kaki masih punya potensi ekspor besar dan mampu menyerap ribuan pekerja dalam satu pabrik.
Di akhir, Afriansyah menekankan pentingnya kolaborasi di tengah kondisi ekonomi global yang menantang. Pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja harus bersama-sama menjaga iklim usaha agar peluang kerja tetap tersedia.*
****
Penulis: Petrus Didi Mahan













