Menu

Mode Gelap
Tidak Ada Jaringan Internet, Siswa SDK 058 Lere-Mapitara Laksanakan Kegiatan TKA di Polindes Solidaritas Lintas Daerah, PMKRI Maumere -Timika -Mataram dan Pemuda NTB Salurkan Bantuan untuk Lansia Korban Gempa Flores Bupati Ende: “Kalian Adalah Investasi Masa Depan Ende,” 70 Mahasiswa Korban Gempa Flores Berangkat Raih Mimpi di Jawa Timur Relawan Diaspora NTT Tembus Daerah Terisolir, 170 Paket Bantuan Gempa Disalurkan di Sikka OMK Paroki Wolofeo Gelar Doa Bersama, Aksi Seribu Lilin dan Penggalangan Dana untuk Korban Gempa Flores 1.436 Warga Terdampak Gempa di Kelurahan Nagesapadhi Belum Terima Bantuan, Ibu Irawini: Jangan Sampai Bantuan Hanya Berhenti di Posko Akibat Bantuan Tidak Merata dan Sedikit yang Diberi, Ini Kata Ibu Marta Mewakili Warga Terdampak

Nasional

Solidaritas Lintas Daerah, PMKRI Maumere -Timika -Mataram dan Pemuda NTB Salurkan Bantuan untuk Lansia Korban Gempa Flores

Avatar photobadge-check


					Solidaritas Lintas Daerah, PMKRI Maumere -Timika -Mataram dan Pemuda NTB Salurkan Bantuan untuk Lansia Korban Gempa Flores Perbesar

 

SIKKA, NTT_wacanaindonesia.id— Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa Flores terus ditunjukkan berbagai elemen masyarakat. PMKRI Cabang Maumere bersama PMKRI Cabang Timika, PMKRI Cabang Mataram, serta Solidaritas Pemuda-Pemudi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat lanjut usia (lansia) yang terdampak gempa di Dusun Faipanda, Desa Renggarasi, Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

 

Bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan terhadap masyarakat yang masih menghadapi berbagai keterbatasan pascabencana. Kelompok lansia menjadi salah satu kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari.

 

Penyaluran bantuan ini tidak hanya dimaknai sebagai pemberian bantuan material, tetapi juga sebagai bentuk kehadiran dan kepedulian antarsesama masyarakat Indonesia di tengah situasi sulit yang dialami warga terdampak bencana.

 

Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Cabang Maumere, Melki Bata, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan solidaritas tersebut.

 

“Kami bersyukur karena hari ini kami bersama-sama dapat hadir dan berbagi dengan masyarakat lansia yang terdampak gempa di Dusun Faipanda. Bantuan ini mungkin tidak seberapa jika dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat, tetapi kami berharap dapat membantu meringankan beban warga, khususnya para lansia,” ujar Melki Bata.

 

Menurutnya, situasi pascabencana membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, organisasi mahasiswa, komunitas pemuda, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat luas perlu membangun solidaritas agar proses pemulihan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi gerakan kemanusiaan bersama.

 

“Bencana mengajarkan kita bahwa solidaritas tidak mengenal batas daerah maupun organisasi. PMKRI Maumere, Timika, Mataram dan teman-teman Solidaritas Pemuda-Pemudi NTB hadir dengan satu semangat, yaitu kemanusiaan. Kami berharap bantuan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang menerimanya,” katanya.

 

Melki juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam pengumpulan dan penyaluran bantuan. Menurutnya, dukungan tersebut menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan penting masyarakat Indonesia dalam menghadapi bencana.

 

Ia berharap bantuan sembako yang disalurkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama para lansia yang terdampak.

 

“Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, terutama para lansia di Dusun Faipanda. Semoga bantuan sederhana ini dapat menjadi tanda bahwa mereka tidak sendiri. Masih banyak orang yang peduli dan terus memberikan dukungan dalam proses pemulihan pascagempa,” tegasnya.

 

PMKRI Maumere juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat solidaritas dan memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan perhatian yang layak.

 

Bagi PMKRI, pemulihan pascabencana bukan hanya tentang membangun kembali rumah dan infrastruktur, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar, rasa aman, serta kehidupan sosial masyarakat dapat kembali pulih.

 

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa dalam situasi bencana, kemanusiaan harus ditempatkan di atas sekat organisasi, daerah, maupun kepentingan lainnya. Solidaritas masyarakat menjadi bagian penting dalam membantu warga Flores bangkit dan melewati masa sulit pascagempa.

 

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Ende: “Kalian Adalah Investasi Masa Depan Ende,” 70 Mahasiswa Korban Gempa Flores Berangkat Raih Mimpi di Jawa Timur

24 Agustus 2026 - 21:21 WIB

Relawan Diaspora NTT Tembus Daerah Terisolir, 170 Paket Bantuan Gempa Disalurkan di Sikka

24 Agustus 2026 - 09:54 WIB

OMK Paroki Wolofeo Gelar Doa Bersama, Aksi Seribu Lilin dan Penggalangan Dana untuk Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026 - 01:50 WIB

1.436 Warga Terdampak Gempa di Kelurahan Nagesapadhi Belum Terima Bantuan, Ibu Irawini: Jangan Sampai Bantuan Hanya Berhenti di Posko

23 Agustus 2026 - 09:25 WIB

Akibat Bantuan Tidak Merata dan Sedikit yang Diberi, Ini Kata Ibu Marta Mewakili Warga Terdampak

21 Agustus 2026 - 22:50 WIB

Trending di News