Manggarai Timur, wacanaindonesia.id-Rangkaian aksi kemanusiaan Satuan Tugas (Satgas) Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) di wilayah terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki terus berlanjut. Setelah sebelumnya menggelar kegiatan trauma healing dan permainan untuk anak-anak di SD Tontang, kini Satgas PP PMKRI menyalurkan bantuan material secara langsung kepada pemerintah Desa Biawaek.
Penyerahan bantuan berlangsung di depan kantor Desa Biawaek, yang ditandai dengan prosesi serah terima barang, pengibaran bendera PMKRI, serta penyerahan banner resmi Satgas PP PMKRI. Bantuan yang diserahkan berupa sejumlah dus berisi kebutuhan pokok (sembako) dan beberapa rak telur yang diharapkan dapat mencukupi kebutuhan gizi dan pangan harian para warga terdampak.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Biawaek beserta jajaran perangkat desa, didampingi oleh para relawan Satgas PP PMKRI yang kompak mengenakan seragam hitam dan aksen merah.
Perwakilan Satgas PP PMKRI dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan kelanjutan dari komitmen organisasi dalam mendampingi masyarakat Manggarai Timur, tidak hanya dari sisi psikologis anak-anak, tetapi juga kebutuhan dasar warga.
“Kami hadir tidak hanya untuk menghibur anak-anak, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi. Bantuan sembako ini adalah bentuk nyata solidaritas kami terhadap saudara-saudara kami di Biawaek,” ujar salah satu perwakilan Satgas.
Sementara itu, Sekretaris Desa Biawaek menyambut baik dan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian yang diberikan oleh PMKRI.
“Atas nama Pemerintah Desa dan seluruh warga Biawaek, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami yang masih berjuang bangkit dan memulihkan diri pascabencana. Semoga menjadi berkat dan Tuhan membalas kebaikan teman-teman semua,” ucap Sekdes.
Kegiatan ini menegaskan peran aktif PMKRI dalam aksi tanggap bencana, yang tidak hanya berfokus pada bantuan sosial, namun juga hadir sebagai sahabat bagi masyarakat di tengah keterbatasan dan duka pascabencana.
Redaksi








