Menu

Mode Gelap
Tidak Ada Jaringan Internet, Siswa SDK 058 Lere-Mapitara Laksanakan Kegiatan TKA di Polindes Polda Metro Jaya Tahan Terduga Pelaku Persetubuhan terhadap Anak di Cawang, Kuasa Hukum Apresiasi Penyidik Giat KKN di Nagekeo, Mahasiswa NTT: Kami Siap Sukseskan Program Gentaskin Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih Jampidsus Febrie Adriansyah Buka Suara Soal Penegakan Hukum Kasus Korupsi oleh Polri Wamenaker Ajak Gen Z Jadi Wirausahawan, Jangan Tunggu Lowongan Kerja Pelatih Mesir Tuding Wasit Rugikan Timnya saat Kalah dari Argentina di Piala Dunia 2026

Opini

Politik Keteladanan: Memaknai Paskah dalam Silaturahmi Juventus – Amandus

Avatar photobadge-check


					Politik Keteladanan: Memaknai Paskah dalam Silaturahmi Juventus – Amandus Perbesar

Oleh: Yeriko Fernando

​Paskah di Nian Tana Sikka tahun ini memberi kita pemandangan yang lebih sejuk dari sekadar seremoni keagamaan. Di sela tugasnya, Bupati Juventus Yoris Prima Kago menyambangi kediaman Suitbertus Amandus. Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya kunjungan biasa. Namun bagi kita yang membaca arah angin di Sikka, ini adalah pelajaran tentang etika yang mahal harganya.

​Jipik datang bukan dengan atribut kekuasaan yang kaku. Sebagai yang muda, ia melangkah mendatangi yang lebih tua. Ia menunjukkan bahwa menjadi pemimpin tidak lantas membuat seseorang lupa pada “pintu rumah” mereka yang telah lebih dulu makan asam garam kehidupan. Langkah ini mengingatkan saya pada pesan Mahatma Gandhi: “The weak can never forgive. Forgiveness is the attribute of the strong.” Merangkul lawan bukanlah tanda kelemahan, justru itu adalah bukti kekuatan karakter seorang pemimpin.

​Di meja makan Bapak Amandus, segala sekat protokoler itu diletakkan dengan sangat santun. Obrolan mengalir begitu saja tanpa menghilangkan rasa hormat. Dalam momen Paskah yang penuh semangat perdamaian, pertemuan ini seolah menghidupkan kembali firman dalam Khotbah di Bukit: “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” (Matius 5:9). Di sana, ayat itu bukan lagi sekadar hafalan, tapi menjelma jadi tindakan nyata di ruang tamu.

​Kita tentu belum lupa, setahun lalu dalam hiruk-pikuk Pilkada Sikka 2024, Bapak Amandus adalah rival terberat bagi “Paket Joss”. Gesekan dan perbedaan pilihan di akar rumput sempat memanas. Namun hari ini, keduanya mempertontonkan kelas politik yang berbeda. Mereka seolah ingin bilang: politik itu ada masa kedaluwarsanya, tapi persaudaraan membangun Sikka itu abadi.

​Dengan merangkul mantan rival, Juventus membuktikan bahwa ia sudah “selesai dengan egonya” sebagai pemenang. Ia sadar, membangun Sikka yang lebih maju tidak bisa dilakukan sendirian; ia butuh energi dari semua pihak, termasuk mereka yang pernah berseberangan jalan. Pertemuan ini adalah kemenangan bagi kedewasaan kita berdemokrasi. Ini sinyal keras buat para pendukung di bawah: kalau di atas sudah berangkulan, untuk apa kita di bawah masih merawat dendam?

​Kesejahteraan Nian Tana Sikka hanya mungkin terwujud jika pemimpinnya mau merendah untuk merangkul, dan tokoh masyarakatnya cukup bijak untuk mendukung. Menutup perjumpaan yang teduh itu, lirik lagu legendaris mendadak terasa sangat relevan: “Kemesraan ini… janganlah cepat berlalu…”

​Semoga kemesraan ini bukan cuma buat difoto, tapi jadi pondasi kuat buat masa depan Sikka. Paskah tahun ini benar-benar membawa berkat persatuan bagi kita semua.

 

Penulis : Yeriko Fernando

Editor   : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih

12 Juli 2026 - 22:04 WIB

Konflik Kekerasan di Intan Jaya dan Seruan Kemanusiaan

6 Juli 2026 - 00:14 WIB

Pergub NTT Nomor 13 Tahun 2025: Optimalisasi Pajak atau Pengabaian Hak Konstitusional Rakyat?

3 Juli 2026 - 14:04 WIB

Kesehatan Jiwa: Kita Semua Butuh Psikiater

3 Juli 2026 - 12:20 WIB

Menggugat Martabat Guru di Tengah Arus Besar Digitalisasi

27 Juni 2026 - 00:12 WIB

Trending di Opini