Labuan Bajo, wacanaindonesia.id-Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Labuan Bajo bersama GMNI menggelar aksi galang dana untuk korban gempa Flores. Aksi ini digelar ruas jalan lampu merah, Langka Kabe, Labuan Bajo, pada Senin (17/8/2026).
Aksi yang bertepatan dengan Dir⁸tersebut merupakan respon kemanusian terhadap dampak gempa berskala 7,7 magnitudo yang mengguncang daratan pulau Flores.
Aksi turun ke jalan ini dimulai pada pukul 10.00 WITA dan diikuti oleh belasan anggota gabungan yang secara aktif mengumpulkan donasi sukarela dari para pengguna jalan yang melintas.
Ketua PMKRI Cabang Labuan Bajo, Heldiana Juita, kepada media ini mengumpakan bahwa kegiatan galang dana tersebut dilakukan atas kepedulian dan keberpihakan nyata terhadap para korban.
“Kami percaya bahwa kepedulian tidak cukup hanya disampaikan, tetapi harus diwujudkan melalui gerakan nyata”, ungkap Heldiana.
Ia menambahkan bahwa seluruh bantuan finansial yang terkumpul dari penggalangan dana ini akan disalurkan secara transparan dan tepat sasar, guna meringankan beban serta kebutuhan mendesak para korban terdampak bencana.
Sementara itu, Ketua GMNI Manggarai Barat, Andrean Jenabu juga mengungkapkan aksi kemanusiaan tersebut dilakukan untuk mendorong tumbuhnya solidaritas antar-warga engatakan.
“Aksi ini merupakan turun ke jalan ini merupakan bagian dari upaya merawat jiwa gotong royong dan bukti empati kami untuk tetap hadir melayani rakyat di masa sulit”, tutur Andrean.
Rencananya, aksi penggalangan dana ini akan terus berlanjut selama beberapa hari ke depan, dengan menyasar titik-titik keramaian lain di wilayah Labuan Bajo. Langkah ini diambil demi memaksimalkan perolehan donasi serta menggalang dukungan moral yang lebih luas dari masyarakat setempat.
Kegiatan kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa gerakan mahasiswa dan pemuda di Manggarai Barat tetap konsisten hadir sebagai penyambung lidah rakyat di masa-masa kritis.*








