Menu

Mode Gelap
Tidak Ada Jaringan Internet, Siswa SDK 058 Lere-Mapitara Laksanakan Kegiatan TKA di Polindes Respon Gempa Flores, FTBM Sikka Gandeng Pos Dompet Duafha Giat Sekolah Ceria di SDI Ladubewa HIMPAUDI NTT Salurkan Sembako untuk Guru PAUD Korban Gempa di Sikka PMKRI Maumere Gelar Mimbar Bebas: Kawal Bantuan Gempa dan Desak Usut Tuntas Penembakan Dokter Hewan Asal Sikka PMKRI Maumere Tagih Pemkab Sikka Pertanyakan Sisa Logistik, Arah Rp17,5 Miliar Dana Pemulihan, dan Prioritas Penerima Bantuan  Dua Warga NTT Gugur Ditembak di Jayawijaya, PMKRI Maumere Desak Kapolri – Panglima TNI Buru Pelaku PMKRI Nasional Jangkau Tonggurambang, Bantuan Datang di Tengah Konflik Lahan dan Keterbatasan Hunian

Olahraga

Pelatih Mesir Tuding Wasit Rugikan Timnya saat Kalah dari Argentina di Piala Dunia 2026

Avatar photobadge-check


					Pelatih Mesir Tuding Wasit Rugikan Timnya saat Kalah dari Argentina di Piala Dunia 2026 Perbesar

Jakarta, WacanaIndonesia.id-Pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, meluapkan kekecewaannya usai timnya tumbang 2-3 dari Argentina di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Ia menilai bahwa laga yang digelar di Atlanta Stadium, AS, Rabu (8/7) dini hari itu sangat merugikan timnya. Keputusan wasit dalam laga dramatis tersebut dinilai tidak adil.‎

Dalam laga tersebut, ‎Mesir sempat unggul lebih dulu lewat gol Yasser Ibrahim menit 15’ dan Mostafa Ziko menit 67’. Namun Argentina membalikkan keadaan hanya dalam 13 menit lewat gol Cristian Romero menit 79’, Lionel Messi menit 83’, dan Enzo Fernandez di masa injury time.

‎Usai laga, Hassan menuding adanya ketidakadilan dalam kepemimpinan wasit. Ia bahkan menyebut turnamen kali ini seolah “diarahkan” untuk kemenangan sang juara bertahan, Argentina.

‎“Wasit tidak adil. Tuhan Maha Mengetahui. Tapi perjuangan satu negara rasanya disia-siakan. Kompetisi ini sudah disetel untuk Argentina,” ujar Hassan seperti dikutip Sky Sports.

‎Pelatih berusia 59 tahun itu juga kena kartu kuning karena protes dengan gestur melipat tangan ke arah official.

‎Menurut Hassan, ada dua keputusan krusial yang janggal. Pertama, penalti untuk Mesir dibatalkan tanpa ada pengecekan VAR. Kedua, gol kedua Mesir dianulir.

Hassan juga menyoroti proses gol Enzo Fernandez yang menurutnya diawali pelanggaran.

‎“Jelas terlihat baju pemain kami ditarik Mac Allister, tapi VAR bahkan tidak melihatnya sama sekali,” tambahnya.

‎Kekalahan ini mengakhiri langkah Mesir di Piala Dunia 2026, sementara Argentina melaju ke perempat final.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *