Nagekeo, wacanaindonesia.id– Sebanyak 31 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur resmi diterjunkan ke Desa Utetoto, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, dalam rangka program Kuliah Kerja Nyata. Program KKN tersebut bernaung di bawah tema Gentaskin atau Gerakan Nyata atasi Stunting dan Kemiskinan Ekstrem.
Program ini merupakan inisiatif dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Konsorsium Perguruan Tinggi Kosabangsa. Tujuannya untuk mengatasi dua persoalan krusial yang masih menjadi momok di NTT, yakni tingginya angka stunting dan kemiskinan ekstrem.
Kehadiran para mahasiswa yang merupakan gabungan dari berbagai kampus di NTT ini disambut dengan antusiasme luar biasa oleh perangkat desa dan seluruh warga Desa Utetoto. Warga memandang kehadiran mahasiswa sebagai cahaya harapan bagi kemajuan desa.
Koordinator Lapangan (Korlap) program KKN, Claudio Padeng, mahasiswa Universitas Nusa Nipa, melalui media ini menegaskan bahwa meskipun baru saja tiba dan melakukan proses adaptasi dengan masyarakat setempat, para mahasiswa segera melakukan pembagian kepengurusan serta menyusun serangkaian program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian.
Dalam kesempatan tersebut Claudio menegaskan komitmen para mahasiswa dalam mengawal dan menyukseskan program Gentaskin.
“Saya mewakili para mahasiswa siap mendukung dan menyukseskan program Gentaskin melalui aneka program kegiatan KKN. Segala langkah kerja akan kami lakukan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat”, kata Claudio.
Kehadiran para mahasiswa bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, melainkan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Desa Utetoto.
Mahasiswa yang tergabung dalam program ini berasal dari berbagai prodi, seperti kesehatan masyarakat, pertanian, pemerintahan, peternakan, ekonomi, dan pendidikan.
Melalui kolaborasi lintas disiplin tersebut, mereka akan melaksanakan berbagai program di sejumlah sektor pembangunan desa, antara lain sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi, serta pertanian dan peternakan.
Program ini tidak hanya melibatkan satu institusi, tetapi merupakan kolaborasi sejati lintas perguruan tinggi se-NTT yang tergabung dalam Konsorsium Kosabangsa.
Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan NTT tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri melainkan membutuhkan sinergi dan kolaborasi lintas institusi.
Agenda Kerja dan Pengabdian Mahasiswa di Desa Utetoto
Sebagai langkah awal pengabdian, seluruh mahasiswa KKN melaksanakan kegiatan pembersihan lingkungan selama dua hari. Kegiatan ini berupa penebasan rumput liar dan semak belukar di sejumlah fasilitas umum desa, dan Gereja.
Pada hari pertama, kegiatan difokuskan di Balai Desa, Taman Kanak-Kanak dan kapela. Pada hari kedua dilanjutkan di Rumah Doa. Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kebersihan lingkungan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih rapi dan nyaman bagi masyarakat.
Memasuki hari kedua, pelaksanaan program kerja mulai berjalan secara bertahap. Mahasiswa dari sektor kesehatan mulai berpartisipasi dalam kegiatan Posyandu dengan membantu pemeriksaan kesehatan serta pemantauan pertumbuhan balita bersama tenaga kesehatan setempat.
Sementara itu, mahasiswa dari sektor lainnya tetap melanjutkan kegiatan pembersihan lingkungan dan penebasan rumput di sejumlah lokasi sebagai bagian dari pengabdian awal di Desa Utetoto. Kegiatan Posyandu tersebut menjadi langkah awal dalam mendukung upaya pencegahan stunting di Desa Utetoto.
Program Lanjutan dan Gentaskin
Selain itu, selama masa pengabdian, mahasiswa juga telah menyusun berbagai program lanjutan dari beberapa sektor, yaitu: Sanitasi dan Teknologi Tepat Guna, Literasi dan Pendidikan Keluarga, Pemberdayaan Ekonomi, dan Edukasi Pernikahan Dini.
Program KKN Tematik Gentaskin di Desa Utetoto diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung upaya pencegahan stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem melalui berbagai program yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian.
Selain menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung berbagai tantangan pembangunan di tingkat desa.
Dengan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan program-program yang dijalankan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi Desa Utetoto.*
Kontributor: Eufrasdeo Miracle Angel









