Bogor_Perhimpunan Mahasiswa Maumere Jakarta (PMMJ) menyampaikan pernyataan sikap tegas terkait kasus kematian Nurak Noni, siswi SMP berusia 14 tahun asal Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka. Pernyataan sikap ini disampaikan oleh PMMJ sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral terhadap tegaknya keadilan bagi korban serta keluarga yang ditinggalkan.
PMMJ menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya Ade Nurak Noni . Namun bagi PMMJ, kematian seorang anak dalam situasi yang penuh kejanggalan tidak dapat dipandang sebagai peristiwa biasa. Peristiwa ini merupakan luka kemanusiaan yang menuntut kejelasan, kejujuran, dan keberanian dari semua pihak untuk mengungkap kebenaran secara utuh.
Pernyataan sikap tersebut dibacakan langsung oleh Ketua Umum PMMJ, Andri Tani, di hadapan peserta kegiatan organisasi yang berlangsung di Puncak Bogor. Dalam pernyataannya, Andri Tani menegaskan bahwa kasus kematian Ade Noni telah mengguncang nurani publik, khususnya masyarakat Sikka dan Nusa Tenggara Timur. Hal ini disebabkan oleh berbagai kejanggalan fakta, inkonsistensi keterangan, serta munculnya dugaan tekanan dan intimidasi terhadap saksi yang dapat menghambat proses pengungkapan kebenaran.
Menurut PMMJ, nyawa seorang anak tidak boleh dipermainkan oleh kepentingan apa pun. Kebenaran tidak boleh ditutup-tutupi, dan keadilan tidak boleh dinegosiasikan. Karena itu, setiap proses hukum yang berjalan harus dilakukan secara transparan, profesional, dan bebas dari segala bentuk intervensi.
Dalam pernyataan sikapnya, PMMJ secara tegas mendesak Polres Sikka untuk membuka secara terang benderang seluruh fakta yang berkaitan dengan kasus kematian Ade Noni. PMMJ menuntut agar aparat penegak hukum bekerja secara profesional dan berani mengusut setiap pihak yang terlibat tanpa pandang bulu.
Selain itu, PMMJ juga mendesak Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk segera turun tangan memberikan perlindungan kepada para saksi serta keluarga korban. Situasi yang berkembang saat ini dinilai sangat memprihatinkan karena adanya dugaan tekanan psikologis yang berat terhadap saksi maupun keluarga korban, bahkan sampai memicu kondisi mental yang mengkhawatirkan.
PMMJ juga meminta Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago (JPYK), untuk tidak tinggal diam terhadap peristiwa ini. Pemerintah daerah diharapkan hadir secara aktif memastikan keamanan masyarakat serta menjamin bahwa proses hukum berjalan secara adil, terbuka, dan berpihak pada kebenaran.
Di sisi lain, PMMJ mengutuk keras segala bentuk intimidasi terhadap saksi. Setiap upaya untuk menekan, mengancam, atau membungkam saksi merupakan tindakan yang mencederai proses hukum serta menjadi penghalang bagi terungkapnya kebenaran yang sesungguhnya.
Sebagai organisasi mahasiswa, PMMJ menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam. PMMJ akan terus berdiri di barisan rakyat untuk mengawal kasus ini hingga kebenaran terungkap secara terang benderang dan keadilan bagi Ade Noni benar-benar ditegakkan.
Bagi PMMJ, keadilan tidak akan lahir dari ketakutan, dan kebenaran tidak akan muncul jika masyarakat memilih untuk diam.
Kontributor : PMMJ
Editor : Redaksi








