Maumere_Wacanaindonesia.id, Warga Desa Korobhera, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, masih menghadapi persoalan akses jalan yang rusak. Kondisi tersebut disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa penyelesaian yang jelas.
Kerusakan jalan menjadi salah satu kendala bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Akses tersebut menjadi jalur penting bagi warga untuk bepergian, mengangkut hasil pertanian, serta menjalankan berbagai kebutuhan ekonomi dan sosial.
Warga menyebut perhatian terhadap kondisi jalan sebenarnya sempat muncul beberapa tahun lalu.
Harapan itu semakin besar setelah adanya komitmen pemerintah daerah untuk memperbaiki akses jalan di wilayah tersebut.
Janji Perbaikan Jalan
Bupati Sikka periode 2019-2024, Fransiskus Roberto Diogo atau Robby Idong, pernah menyampaikan komitmen terkait perbaikan jalan saat kegiatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBRM) di Desa Korobhera.
Pernyataan tersebut kemudian menumbuhkan harapan masyarakat. Warga berharap akses jalan yang selama ini menjadi persoalan dapat diperbaiki secara bertahap hingga benar-benar bisa digunakan dengan lebih baik.
Namun, harapan tersebut belum sepenuhnya terwujud. Hingga kini, kondisi jalan masih menjadi keluhan masyarakat.
Hilarius Sepu, warga Desa Korobhera, mengaku kecewa dengan janji perbaikan yang menurutnya belum terealisasi.
“Kami cukup kesal terhadap bapak Robi Idong yang kala itu menjabat sebagai bupati. Ia menjanjikan komitmennya untuk memperbaiki jalan. Sayangnya janji itu hanya halusinasi,” kata Hilarius.
Bagi warga, persoalan tersebut bukan hanya berkaitan dengan kondisi fisik jalan. Ketidakjelasan mengenai kelanjutan pekerjaan juga membuat masyarakat mempertanyakan kapan akses tersebut benar-benar diperbaiki.
Pekerjaan Sempat Dimulai
Pada 2021 harapan kembali muncul. Pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sempat melakukan pekerjaan awal di ruas jalan tersebut.
Alat berat diturunkan untuk membersihkan badan jalan. Material kerikil juga mulai diletakkan di sepanjang jalur yang akan diperbaiki.
Pekerjaan awal itu membuat masyarakat berharap proses pembangunan akan berlanjut hingga tahap pengerasan dan pengaspalan.
Namun, pekerjaan tersebut tidak berlanjut sebagaimana yang diharapkan. Alat berat kemudian ditarik dari lokasi.
Sejak saat itu, masyarakat mengaku tidak mendapatkan kejelasan mengenai kelanjutan pekerjaan tersebut.
Oktavianus Amal Hale, yang mewakili tokoh muda Desa Korobhera, mengatakan proses perbaikan jalan sempat memberikan harapan kepada masyarakat.
Menurutnya, masyarakat melihat langsung adanya aktivitas pemerintah di lokasi. Karena itu, warga berharap pekerjaan tersebut dapat dilanjutkan sampai jalan benar-benar selesai diperbaiki.
Material Sudah Disiapkan
Hilarius mengatakan pekerjaan awal bahkan telah mencapai tahap penyiapan agregat jalan.
Menurutnya, berbagai peralatan yang berkaitan dengan rencana pembangunan juga sempat berada di lokasi.
“Kami merasa kecewa karena waktu itu sudah buat agregat jalan bahkan semua alat berat untuk pembuatan hot mix juga sudah berada di lokasi. Namun tidak direalisasikan sampai sekarang,” ujar Hilarius.
Kondisi tersebut membuat masyarakat mempertanyakan alasan pekerjaan tidak dilanjutkan.
Terlebih, menurut warga, proses awal pembangunan sudah dilakukan dan alat berat telah berada di lokasi.
Lima tahun setelah pekerjaan awal tersebut, persoalan akses jalan masih menjadi perhatian masyarakat.
Warga berharap pemerintah memberikan penjelasan mengenai status pembangunan dan rencana perbaikan selanjutnya.
Akses Penting Masyarakat
Bagi masyarakat Korobhera, keberadaan jalan yang layak memiliki kaitan langsung dengan aktivitas sehari-hari.
Jalan menjadi penghubung warga dengan wilayah lain serta mendukung mobilitas masyarakat.
Kondisi jalan yang rusak juga dikhawatirkan menyulitkan warga ketika membawa hasil pertanian.
Akses yang lebih baik dibutuhkan agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan dengan lebih mudah.
Karena itu, masyarakat berharap persoalan tersebut tidak berhenti pada pekerjaan awal. Mereka menginginkan adanya kepastian mengenai tahapan pembangunan hingga jalan dapat digunakan secara layak.
Menunggu Kepastian Pemerintah
Masyarakat Desa Korobhera kini kembali menaruh harapan kepada pemerintah yang sedang menjalankan pemerintahan di Kabupaten Sikka.
Warga berharap pemerintah melihat langsung kondisi jalan serta memastikan apakah proyek yang pernah dimulai tersebut masih dapat dilanjutkan.
“Kami masyarakat berharap bahwa dengan pemerintahan yang ada saat ini bisa memperbaiki akses jalan, sehingga kami masyarakat bisa menikmati akses jalan tersebut,” lanjut Hilarius.
Bagi masyarakat, yang dibutuhkan saat ini bukan sekadar janji baru. Mereka menginginkan kepastian mengenai rencana, anggaran, tahapan pekerjaan, dan waktu pelaksanaan perbaikan jalan.
Editor : Risna Ase








