SIKKA, NTT_wacanaindonesia.id— Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa Flores terus ditunjukkan berbagai elemen masyarakat. PMKRI Cabang Maumere bersama PMKRI Cabang Timika, PMKRI Cabang Mataram, serta Solidaritas Pemuda-Pemudi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat lanjut usia (lansia) yang terdampak gempa di Dusun Faipanda, Desa Renggarasi, Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.
Bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan terhadap masyarakat yang masih menghadapi berbagai keterbatasan pascabencana. Kelompok lansia menjadi salah satu kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari.
Penyaluran bantuan ini tidak hanya dimaknai sebagai pemberian bantuan material, tetapi juga sebagai bentuk kehadiran dan kepedulian antarsesama masyarakat Indonesia di tengah situasi sulit yang dialami warga terdampak bencana.
Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Cabang Maumere, Melki Bata, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan solidaritas tersebut.
“Kami bersyukur karena hari ini kami bersama-sama dapat hadir dan berbagi dengan masyarakat lansia yang terdampak gempa di Dusun Faipanda. Bantuan ini mungkin tidak seberapa jika dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat, tetapi kami berharap dapat membantu meringankan beban warga, khususnya para lansia,” ujar Melki Bata.
Menurutnya, situasi pascabencana membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, organisasi mahasiswa, komunitas pemuda, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat luas perlu membangun solidaritas agar proses pemulihan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi gerakan kemanusiaan bersama.
“Bencana mengajarkan kita bahwa solidaritas tidak mengenal batas daerah maupun organisasi. PMKRI Maumere, Timika, Mataram dan teman-teman Solidaritas Pemuda-Pemudi NTB hadir dengan satu semangat, yaitu kemanusiaan. Kami berharap bantuan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang menerimanya,” katanya.
Melki juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam pengumpulan dan penyaluran bantuan. Menurutnya, dukungan tersebut menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan penting masyarakat Indonesia dalam menghadapi bencana.
Ia berharap bantuan sembako yang disalurkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama para lansia yang terdampak.
“Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, terutama para lansia di Dusun Faipanda. Semoga bantuan sederhana ini dapat menjadi tanda bahwa mereka tidak sendiri. Masih banyak orang yang peduli dan terus memberikan dukungan dalam proses pemulihan pascagempa,” tegasnya.
PMKRI Maumere juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat solidaritas dan memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan perhatian yang layak.
Bagi PMKRI, pemulihan pascabencana bukan hanya tentang membangun kembali rumah dan infrastruktur, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar, rasa aman, serta kehidupan sosial masyarakat dapat kembali pulih.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa dalam situasi bencana, kemanusiaan harus ditempatkan di atas sekat organisasi, daerah, maupun kepentingan lainnya. Solidaritas masyarakat menjadi bagian penting dalam membantu warga Flores bangkit dan melewati masa sulit pascagempa.
Editor : Redaksi









