Maumere, Wacanaindonesia.id_Warga Desa Teka Iku, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), memilih mendirikan tenda secara mandiri usai gempa bumi mengguncang wilayah tersebut, Sabtu (15/8/2026).
Gempa ini berdampak pada rasa aman warga hingga memicu trauma untuk beraktivitas kembali di kebun.
Berdasarkan laporan pemerintah desa setempat, tenda mandiri tersebut tersebar di beberapa titik pemukiman.
Sebarannya meliputi 5 titik di Dusun Hubin Kloang, 2 titik di Dusun Hubin Natar, dan 2 titik di Dusun Wolomude.
Diketahui satu tempat ibadah di Wolomude alami kerusakan parah.
Meskipun tidak ada kerusakan massal rumah warga yang tergolong berat, beberapa warga mengalami dampak psikis berupa trauma.
Kerusakan rumah warga didominasi retak-retak ringan hingga sedang, serta satu unit rumah dilaporkan hancur.
Kondisi psikologis warga yang trauma beraktivitas di kebun berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan pangan harian mereka.
Warga setempat, Maria Densiana, menyampaikan keterbatasan pangan yang dialami warga mengandalkan aksi saling berbagi dalam tenda.
“Beras satu kilo kami bagi 3 rumah,” katanya.
Ia juga menuturkan, akhir-akhir ini warga trauma untuk bekerja.
Untuk bertahan hidup di tenda pengungsian mandiri, warga berharap adanya ulur tangan tambahan dari pihak terkait, khususnya logistik bahan pokok.
“Kami butuh sembako saja, karena mau masuk kebun juga takut,” tuturnya.
Hingga saat ini, pasokan bantuan dinilai masih sangat terbatas.
Bantuan awal yang tercatat baru berasal dari Pertamina berupa beras, paket sembako, dan peralatan mandi seadanya
Namun jumlah tersebut belum mencukupi seluruh kebutuhan warga terdampak.
Jurnalis: Risna Ase









