Jakarta, Wacanaindonesia.id–Pemerintah Kabupaten Sikka baru saja mendapat kabar membanggakan. Di bawah pimpinan Bupati Juventus Prima Yoris Kago, Sikka dipilih menjadi satu dari enam daerah di Indonesia yang akan menjadi proyek percontohan (pilot project) untuk program memperkuat kemampuan membaca dan berhitung (Literasi dan Numerasi) tingkat nasional.
Ia menuturkan, kegiatan yang dibuka langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof.Dr.Abdul Mu’ti ini bukan agenda biasa. Ini adalah kolaborasi penting yang mempertemukan pemerintah pusat dengan kekuatan filantropi global dan lembaga internasional, yakni UNICEF, Tanoto Foundation, dan Gates Foundation.
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Sikka ini sekaligus meluruskan isu miring yang beredar di media sosial. Bupati Sikka menegaskan dirinya tidak sedang menghindari tugas di daerah, melainkan tengah memperjuangkan kepentingan strategis pendidikan di tingkat nasional.
“Bupati tidak kabur, Bupati tidak lari. Saya hadir dalam acara yang sangat strategis ini demi masa depan pendidikan anak-anak kita di Kabupaten Sikka,” tegasnya.
Ia menambahkan, bahwa kerja sama dengan Lembaga Dunia
Program ini bukan program biasa. Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan lembaga-lembaga besar dunia seperti UNICEF, Tanoto Foundation, dan Gates Foundation.
Sikka terpilih bersama lima daerah lain yaitu Kabupaten Tegal, Kota Medan, Kota Pematang Siantar, Kabupaten Batang Hari, dan Kabupaten Ende.
Bupati Juventus mengakui bahwa saat ini kemampuan dasar anak-anak di Sikka dalam hal membaca dan berhitung masih perlu diperbaiki. Dengan program ini, guru dan siswa akan mendapat pelatihan dan pendampingan khusus.
“Saya pikir kami sangat siap mendukung program ini. Tentu ini menjadi sebuah kebutuhan dasar bagi kami di Sikka, di mana angka literasi dan numerasi kami masih sangat rendah. Oleh karena itu, dengan program ini tentu akan sangat membantu daerah kami di mana penguatan secara sistemik mulai dari tenaga pendidik, dari sekolah, dan juga siswa-siswi nantinya.”
Beliau juga berharap seluruh masyarakat Sikka memberikan dukungan agar perubahan ini berhasil.
“Karena kita mau ke depan angka literasi dan numerasinya paling tidak tinggi, anak-anak didik kita kemudian tenaga pendidik kita mulai aware dan juga ada peningkatan luar biasa dalam urusan literasi dan numerasi ke depan.”
Bupati menyampaikan rasa syukurnya kepada pemerintah pusat dan lembaga internasional yang sudah memilih Sikka.
“Jadi, terima kasih untuk Kemendikdasmen, Tanoto Foundation, Gates Foundation dan UNICEF atas kegiatan yang luar biasa ini. Kami sambut dan kami berharap semoga Sikka sebagai pilot project bisa berjalan dengan lancar dan sukses.”
Bupati Juventus optimis bahwa jika anak-anak Sikka pintar membaca dan berhitung, mereka akan mampu bersaing dengan siapa pun di masa depan.
“Ini adalah investasi jangka panjang. Dengan literasi dan numerasi yang kuat, generasi muda Sikka akan memiliki daya saing yang lebih tinggi di level nasional maupun internasional,” pungkasnya.
****
Jurnalis: Niko Sanggu
Editor: Niko Sanggu









