Menu

Mode Gelap
Tidak Ada Jaringan Internet, Siswa SDK 058 Lere-Mapitara Laksanakan Kegiatan TKA di Polindes Bantu 500 Juta untuk Sikka, TA Menteri Sosial: Ini Perjuangan Bupati Peringati Hari Posyandu Nasional 2026, Ketua TP PKK/TP Posyandu Sikka Sosialisasi 6 SPM kepada Kader di Magepanda Remaja 13 Tahun di Sikka Ditemukan Meninggal Dunia Akibat Gantung Diri Mahasiswa IFTK Ledalero Rancang Website Perpustakaan Frans Seda, Bupati Sikka Beri Apresiasi Kasus STN Menggema Nasional, Kuasa Hukum Desak Bongkar Semua Aktor di Balik Tragedi Pimpin Apel ASN, Wabup Sikka Singgung Penertiban Eks Pasar Geliting

News

Remaja 13 Tahun di Sikka Ditemukan Meninggal Dunia Akibat Gantung Diri

Avatar photobadge-check


					Petugas kepolisian saat mengevakuasi jasad pelajar 13 tahun yang ditemukan meninggal dunia di pohon pala, Dusun Riidetut, Desa Kajowair, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Rabu dini hari (29/4/2026). Perbesar

Petugas kepolisian saat mengevakuasi jasad pelajar 13 tahun yang ditemukan meninggal dunia di pohon pala, Dusun Riidetut, Desa Kajowair, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Rabu dini hari (29/4/2026).

Maumere, wacanaindonesia.id – Seorang remaja perempuan berinisial HKN (13), warga Dusun Riidetut, Desa Kajowair, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri pada Rabu (29/4/2026) dini hari sekitar pukul 00.25 WITA.

Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh nenek korban, berinisial HH (71), yang juga merupakan saksi utama. Berdasarkan keterangannya, korban sebelumnya dilaporkan tidak berada di rumah sejak Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 18.00 WITA.

Keluarga bersama warga setempat sempat melakukan pencarian di sekitar lingkungan dan kebun di belakang rumah, namun korban tidak ditemukan hingga larut malam. Pencarian kemudian dihentikan sementara.

Sekitar pukul 23.30 WITA, saksi kembali keluar rumah untuk mencari korban karena merasa gelisah. Saat berada sekitar 30 meter di sebelah utara rumah, saksi menemukan korban dalam kondisi tergantung di dahan pohon pala menggunakan tali nilon.

Saksi kemudian memanggil warga sekitar, termasuk saksi lainnya, PP (35), yang datang ke lokasi dan memastikan kondisi korban yang sudah tidak bernyawa.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan oleh seorang ibu rumah tangga, kepada pihak kepolisian melalui SPKT Polsek Kewapante.

Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Kewapante bersama Tim Inafis Polres Sikka langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.

Pihak keluarga korban diketahui telah membuat surat pernyataan penolakan visum luar maupun autopsi.

Imbauan Kepolisian

Polres Sikka mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan mental dan tidak mengambil jalan pintas dalam menghadapi persoalan hidup. Pihak kepolisian menegaskan bahwa setiap permasalahan memiliki jalan keluar apabila dihadapi dengan keterbukaan serta kemauan untuk mencari bantuan.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar dengan segera melaporkan kepada aparat apabila mengetahui adanya anggota keluarga atau warga yang mengalami tekanan atau masalah serius.


Sumber: Humas Polres Sikka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bantu 500 Juta untuk Sikka, TA Menteri Sosial: Ini Perjuangan Bupati

29 April 2026 - 18:41 WIB

Peringati Hari Posyandu Nasional 2026, Ketua TP PKK/TP Posyandu Sikka Sosialisasi 6 SPM kepada Kader di Magepanda

29 April 2026 - 17:33 WIB

Mahasiswa IFTK Ledalero Rancang Website Perpustakaan Frans Seda, Bupati Sikka Beri Apresiasi

28 April 2026 - 16:59 WIB

Kasus STN Menggema Nasional, Kuasa Hukum Desak Bongkar Semua Aktor di Balik Tragedi

27 April 2026 - 18:25 WIB

Pimpin Apel ASN, Wabup Sikka Singgung Penertiban Eks Pasar Geliting

27 April 2026 - 10:29 WIB

Trending di News