Menu

Mode Gelap
Tidak Ada Jaringan Internet, Siswa SDK 058 Lere-Mapitara Laksanakan Kegiatan TKA di Polindes Berkat Keberhasilan Tekan Pengangguran, Pemkab Sikka Raih Penghargaan Nasional dan Insentif 1 Miliar Rupiah Pelantikan DPP IKAL-Lemhannas, Capt. Marcellus Hakeng Soroti Pentingnya Hilirisasi Pangan dan Energi Polemik Transparansi Dana Lingkungan Cengkareng Barat Memanas, Ketua RT Tempuh Jalur Pidana dan Tolak Penonaktifan Gunakan Bahan Peledak Tangkap Ikan, Ditpolairud Polda NTT Rilis DPO Buru Warga Sikka Luncurkan Buku “The Pancasila Market Economy”, Pakar: Ekonomi Indonesia Butuh Keseimbangan Pasar, Negara, dan Nilai Luhur Lantaran Uang Rp 10 Ribu Rupiah, Oknum Anggota Sat. Lantas Polres Sikka Aniaya Anak di Bawah Umur

News

Dendam Lama Berujung Darah: Seorang Petani di Sikka Nekat Serang Warga Pakai Parang

Avatar photobadge-check


					Dendam Lama Berujung Darah: Seorang Petani di Sikka Nekat Serang Warga Pakai Parang Perbesar

Maumere, wacanaindoneisa.id – Aksi penyerangan dengan menggunakan parang terjadi di Jl. Lorong Sumur Bor, Kelurahan Nangalimang, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, pada Selasa, 24 Maret 2026 sekitar pukul 13.15 WITA. Akibatnya, seorang pria berinisial AA (55) mengalami luka serius di bagian perut dan siku. Warga yang sedang bersantai dikejutkan oleh aksi nekat seorang pria berinisial ME (55). Pria yang di kenal sehari-harinya bekerja sebagai petani kini tega melakukan penganiayaan terhadap korban berinisial AA (55) dengan menggunakan sebilah parang.

Berdasarkan laporan dari polres Sikka dengan Nomor: LP/B/39/III/2026/SPKT/Polres Sikka/Polda Nusa Tenggara Timur, pada 24 Maret 2026. yang diterima media ini, bahwa pelaku penganiayaan telah melakukan penyerangan dengan menggunakan sebilah Parang terhadap korban, yang berinisial A A (55).

Kejadian ini bermula ketika pelaku datang dengan raut wajah penuh amarah dan langsung menghampiri korban. Tanpa ada adu mulut yang panjang, ME langsung mengayunkan parangnya ke arah tubuh korban AA.

Luka yang dialami korban cukup parah karena sabetan senjata tajam mengenai bagian perut sebelah kiri. Selain itu, terdapat juga luka goresan yang cukup dalam di bagian siku tangan korban. Darah yang mengucur membuat warga sekitar segera bergerak cepat untuk membawa korban ke rumah sakit TC Hilers Maumere agar nyawanya bisa terselamatkan.

Usut punya usut, aksi nekat ini ternyata tidak muncul secara tiba-tiba karena ada dendam yang sudah lama terpendam. Diduga kuat, pelaku ME menyimpan sakit hati yang mendalam terkait masalah keluarga. Konflik ini kabarnya sudah berlangsung lima tahun terakhir tanpa ada penyelesaian yang jelas.

Pihak kepolisian dari Polres Sikka pun langsung turun tangan setelah menerima laporan resmi dari pihak korban. Polisi segera mengamankan lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari bukti-bukti penting.

Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, melalui Kasi Humas Polres Sikka IPDA Leonardus Tunga, menegaskan bahwa kasus ini sudah dalam penanganan serius pihak penyidik.

Saat dikonfirmasi oleh awak media, IPDA Leonardus Tunga, menjelaskan langkah awal yang diambil oleh kepolisian. Beliau memastikan bahwa semua pihak yang terlibat sedang dimintai keterangan di kantor polisi.

“Saat ini, pelapor dan saksi sedang menjalani pemeriksaan oleh Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sikka,” kata Leonardus.

Penyelidikan ini dilakukan dengan sangat teliti agar semua fakta di balik penyerangan ini terungkap dengan terang benderang. Polisi juga memanggil saksi-saksi yang berada di lokasi saat kejadian berdarah itu berlangsung. Nama-nama saksi tersebut sudah masuk dalam catatan pihak berwajib untuk memberikan keterangan yang jujur.

Leonardus, kembali memberikan penjelasan mengenai siapa saja yang saat ini sedang diperiksa oleh tim penyidik Sat Reskrim. Proses pemeriksaan ini sangat penting untuk menentukan langkah hukum selanjutnya bagi pelaku.

“Polres Sikka masih melaksanakan pemeriksaan lebih lanjut terhadap dugaan kasus ini dengan dua orang saksi, berinisial Y Y O dan Robertus Gonzales, dan GS sebagai pelapor,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, korban AA kini masih terbaring lemah di Rumah Sakit TC Hillers Maumere. Pihak keluarga korban tampak sangat terpukul dan sedih melihat kondisi AA yang terluka akibat serangan senjata tajam. Mereka berharap agar keadilan segera ditegakkan dan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa dendam yang disimpan terlalu lama bisa berujung pada tindakan yang merugikan orang lain. Masalah keluarga yang seharusnya bisa diselesaikan secara baik-baik, justru berubah menjadi tragedi berdarah yang memilukan hati. Warga pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh situasi ini.

Selain itu, Pihak kepolisian juga berjanji akan terus mendalami bukti-bukti yang ada agar status hukum pelaku menjadi jelas sesuai aturan hukum yang berlaku. Ketegasan polisi dalam menangani kasus penganiayaan berat ini sangat dinantikan oleh masyarakat Sikka. Hal ini penting dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

****

Kontributor: Humas Polres Sikka

Editor: Niko Sanggu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Berkat Keberhasilan Tekan Pengangguran, Pemkab Sikka Raih Penghargaan Nasional dan Insentif 1 Miliar Rupiah

20 Mei 2026 - 16:05 WIB

Pelantikan DPP IKAL-Lemhannas, Capt. Marcellus Hakeng Soroti Pentingnya Hilirisasi Pangan dan Energi

19 Mei 2026 - 17:41 WIB

Polemik Transparansi Dana Lingkungan Cengkareng Barat Memanas, Ketua RT Tempuh Jalur Pidana dan Tolak Penonaktifan

15 Mei 2026 - 12:56 WIB

Gunakan Bahan Peledak Tangkap Ikan, Ditpolairud Polda NTT Rilis DPO Buru Warga Sikka

13 Mei 2026 - 11:36 WIB

Luncurkan Buku “The Pancasila Market Economy”, Pakar: Ekonomi Indonesia Butuh Keseimbangan Pasar, Negara, dan Nilai Luhur

13 Mei 2026 - 09:04 WIB

Trending di Nasional