Maumere,wacanaindonesia.id–Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kabupaten Sikka terus mematangkan kesiapan organisasinya. Memasuki hari ketiga konsolidasi, pembentukan struktur kepengurusan periode 2026–2031 resmi dirampungkan di Sekretariat Sementara, Jalan Wairklau, Maumere, Sabtu (21/03/2026).
Pertemuan yang dimulai pukul 10.30 WITA tersebut menjadi momentum krusial bagi organisasi sayap kepemudaan ini. Plt. Sekretaris AMPI Sikka, Yance Maring, hadir langsung untuk memimpin jalannya forum sekaligus memberikan arahan strategis bagi para calon pengurus.
Sementara itu, antusiasme terlihat berbeda pada konsolidasi kali ini dengan hadirnya sejumlah wajah baru dari kalangan mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat.
Kehadiran representasi milenial dan Gen Z ini dinilai sebagai sinyal positif bagi proses regenerasi kepemimpinan di tubuh AMPI Sikka.
Selain itu, fokus utama dalam forum tersebut adalah pemantapan visi dan misi serta pengisian posisi strategis di setiap bidang.
Hasilnya, seluruh jabatan Wakil Ketua Bidang kini telah terisi secara lengkap, mulai dari Bidang Organisasi, Kaderisasi, Politik dan Ideologi, hingga Bidang Media dan Informasi.
Selanjutnya, Yance Maring dalam motivasinya menekankan bahwa AMPI harus menjadi wadah yang progresif dan inklusif. Menurutnya, keberagaman latar belakang anggota yang bergabung saat ini akan menjadi energi baru dalam mengawal program kerja lima tahun ke depan.
“Struktur inti sudah rampung, namun pintu kami tetap terbuka lebar. Kami masih melakukan penambahan tugas dan pengisian perangkat pendukung seperti sekretaris bidang untuk memberi ruang bagi anggota baru yang ingin berproses bersama,” ujarnya.
Di sisi lain, konsolidasi ini juga memastikan bahwa jaringan organisasi di tingkat akar rumput telah siap bergerak. Penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua AMPI di tingkat kecamatan di seluruh Kabupaten Sikka telah selesai dilakukan dan tinggal menunggu penerbitan Surat Keputusan (SK) resmi.
Lebih lanjut, forum tersebut juga membahas agenda besar yakni Musyawarah Daerah (Musda) AMPI Sikka. Para peserta sepakat bahwa Musda bukan sekadar seremonial, melainkan pijakan awal untuk melahirkan kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan zaman di Bumi Nian Tana Sikka.
Tidak hanya itu, sebagai bentuk pengabdian nyata sebelum pelaksanaan Musda, AMPI Sikka berencana menggelar aksi sosial berupa pengobatan gratis.
Program ini akan difokuskan pada wilayah-wilayah yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan sebagai bukti kehadiran organisasi di tengah masyarakat.
Sebagai penutup, pengurus mengajak seluruh generasi muda Sikka untuk tidak ragu bergabung dalam barisan AMPI. Dengan semangat “Pemuda Bergerak, Sikka Maju”, organisasi ini optimis mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah yang solid dan berintegritas.
****
Jurnalis: Niko Sanggu
Editor: Redaksi








