Menu

Mode Gelap
Tidak Ada Jaringan Internet, Siswa SDK 058 Lere-Mapitara Laksanakan Kegiatan TKA di Polindes Respon Gempa Flores, FTBM Sikka Gandeng Pos Dompet Duafha Giat Sekolah Ceria di SDI Ladubewa HIMPAUDI NTT Salurkan Sembako untuk Guru PAUD Korban Gempa di Sikka PMKRI Maumere Gelar Mimbar Bebas: Kawal Bantuan Gempa dan Desak Usut Tuntas Penembakan Dokter Hewan Asal Sikka PMKRI Maumere Tagih Pemkab Sikka Pertanyakan Sisa Logistik, Arah Rp17,5 Miliar Dana Pemulihan, dan Prioritas Penerima Bantuan  Dua Warga NTT Gugur Ditembak di Jayawijaya, PMKRI Maumere Desak Kapolri – Panglima TNI Buru Pelaku PMKRI Nasional Jangkau Tonggurambang, Bantuan Datang di Tengah Konflik Lahan dan Keterbatasan Hunian

Nasional

Dua Warga NTT Gugur Ditembak di Jayawijaya, PMKRI Maumere Desak Kapolri – Panglima TNI Buru Pelaku

Avatar photobadge-check


					Dua Warga NTT Gugur Ditembak di Jayawijaya, PMKRI Maumere Desak Kapolri – Panglima TNI Buru Pelaku Perbesar

 

PMKRI: Negara Tidak Boleh Kalah dan Takut terhadap Kekerasan Bersenjata

 

wacanaindonesia.idMAUMERE, NUSA TENGGARA TIMUR — Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere mengutuk keras penembakan yang menewaskan tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

 

Dari tiga korban, dua merupakan warga asal NTT, yakni drh. Alfonsius Albinus Mehan asal Kabupaten Sikka dan Wili Mbuik asal Kabupaten Rote Ndao. Keduanya berada di Papua dalam rangka menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

 

Bagi PMKRI Maumere, peristiwa tersebut bukan sekadar tindak kekerasan biasa. Penembakan terhadap aparatur negara yang sedang menjalankan tugas menunjukkan adanya ancaman serius terhadap keselamatan masyarakat sipil dan pelayanan publik di wilayah konflik.

 

Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Cabang Maumere, Melki Bata, mendesak Kapolri dan Panglima TNI turun tangan secara serius untuk memastikan pelaku segera diburu, ditangkap, diproses secara hukum, dan diadili.

 

Negara tidak boleh kalah dan takut terhadap kekerasan bersenjata. Kalau warga sipil dan aparatur negara dapat dibunuh ketika menjalankan tugas, maka negara harus menjawabnya dengan tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan.”

 

PMKRI Maumere juga meminta aparat tidak berhenti pada penangkapan pelaku, tetapi mengungkap secara menyeluruh motif, jaringan, pihak yang membantu, serta seluruh rangkaian aksi kekerasan apabila terbukti berdasarkan proses penyidikan.

 

RITO NAGA: NEGARA JANGAN HADIR SETELAH KORBAN BERJATUHAN

 

Sementara itu, Ketua Presidium PMKRI Cabang Maumere, Rito Naga, menilai kasus tersebut menjadi alarm serius bagi negara. Menurutnya, keselamatan masyarakat sipil dan aparatur yang menjalankan tugas tidak boleh menjadi taruhan dalam situasi konflik bersenjata.

 

“Negara tidak boleh hadir hanya setelah korban berjatuhan. Keselamatan masyarakat sipil harus menjadi prioritas. Pemerintah dan aparat keamanan harus memastikan setiap warga negara yang menjalankan tugas dan pelayanan di wilayah konflik mendapatkan perlindungan.”

 

Rito menegaskan, kasus tersebut tidak boleh berhenti sebagai pemberitaan sesaat tanpa ada pertanggungjawaban.

 

“Kami tidak ingin kasus ini berhenti sebagai berita hari ini lalu dilupakan besok. Harus ada tindakan nyata, pertanggungjawaban hukum, dan evaluasi terhadap sistem keamanan di wilayah rawan konflik. Negara harus membuktikan bahwa hukum masih memiliki kekuatan untuk melindungi rakyat.”

 

Ia juga menegaskan bahwa PMKRI Maumere akan mengawal perkembangan kasus tersebut, terlebih karena dua korban merupakan warga NTT.

 

“Dua warga NTT gugur ketika menjalankan tugas di tanah Papua. Duka keluarga korban adalah duka kita bersama. Karena itu, kami meminta keadilan tidak berhenti pada ucapan belasungkawa. Pelaku harus segera ditangkap dan diproses sesuai hukum.”Tegasnya

 

PMKRI MAUMERE MENUNTUT

1. Kapolri dan Panglima TNI turun tangan memastikan pengejaran dan penangkapan pelaku.

2. Usut tuntas motif, kronologi, jaringan, dan seluruh pihak yang terlibat.

3. Tangkap, proses, dan adili setiap pelaku yang terbukti bersalah.

4. Pastikan keamanan masyarakat sipil dan aparatur negara yang menjalankan tugas di wilayah rawan konflik.

5. Pastikan hak dan pendampingan keluarga korban dipenuhi oleh negara.

 

PMKRI Cabang Maumere menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga seluruh korban dan menegaskan akan terus mengawal proses hukum kasus tersebut.

 

“Jangan biarkan darah warga NTT berakhir tanpa keadilan. Pelaku harus ditemukan, ditangkap, diproses, dan diadili. Negara harus hadir dan hukum harus ditegakkan.”

 

Editor : Redaksi 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Respon Gempa Flores, FTBM Sikka Gandeng Pos Dompet Duafha Giat Sekolah Ceria di SDI Ladubewa

20 September 2026 - 13:00 WIB

PMKRI Maumere Gelar Mimbar Bebas: Kawal Bantuan Gempa dan Desak Usut Tuntas Penembakan Dokter Hewan Asal Sikka

15 September 2026 - 19:51 WIB

PMKRI Maumere Tagih Pemkab Sikka Pertanyakan Sisa Logistik, Arah Rp17,5 Miliar Dana Pemulihan, dan Prioritas Penerima Bantuan 

13 September 2026 - 14:55 WIB

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU, Pengamat Maritim: Jembatan Unik Pesantren, Ekonomi Biru, dan Sektor Maritim

8 September 2026 - 13:56 WIB

Satgas PP PMKRI Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Desa Perak, Cibal Timur

6 September 2026 - 22:00 WIB

Trending di Nasional