MAUMERE, wacanaindonesia.id – Medan dan akses jalan yang sulit tidak menyurutkan kepedulian relawan diaspora Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menjangkau masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Sikka.
Melalui program Aksi Peduli Gempa Flores, sebanyak 170 paket bantuan disalurkan kepada warga di sejumlah wilayah Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Minggu (23/8/2026). Dalam prosesnya, relawan diaspora NTT menggandeng PMKRI Maumere serta relawan lokal untuk menjangkau titik-titik yang berada di wilayah dengan akses terbatas dan sulit dilalui kendaraan.
Bantuan tersebut disebarkan ke delapan titik. Tiga titik berada di Posko Bora Bupur, dua titik di Wolonwalu, sementara masing-masing satu titik berada di Wolokoli, Hokor dan Klotong.
Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT di Jakarta, Florida Taty Satyawati, ST., mengatakan penyaluran bantuan kali ini merupakan bagian dari tahap kedua Aksi Peduli Gempa Flores.
“Perjalanan ke setiap titik tidak mudah, tetapi semangat untuk berbagi terus berjalan. Bantuan bukan hanya tentang apa yang diberikan, tetapi juga tentang menghadirkan harapan dan kekuatan bagi mereka yang sedang menghadapi masa sulit,” ujar Taty.
Untuk wilayah Maumere dan sekitarnya, program tersebut menargetkan penyaluran sebanyak 300 paket sembako. Sebanyak 170 paket dialokasikan untuk masyarakat terdampak di Kecamatan Bola, sedangkan 130 paket lainnya direncanakan disalurkan ke Kecamatan Lela.
Menurut Taty, keberadaan relawan lokal menjadi bagian penting dalam proses distribusi, terutama untuk mengetahui kondisi lapangan dan membantu membuka akses menuju masyarakat yang berada di wilayah sulit dijangkau.
Tim harus menggunakan berbagai moda transportasi untuk memastikan bantuan dapat tiba di tangan warga. Selain satu unit mobil, relawan juga memanfaatkan sepeda motor ojek daring untuk menjangkau sejumlah lokasi.
Gandeng PMKRI Maumere dan Relawan Lokal
Kolaborasi antara diaspora NTT, PMKRI Maumere dan relawan lokal dilakukan untuk memperluas jangkauan distribusi bantuan. Kehadiran relawan di tingkat lokal dinilai membantu tim mengidentifikasi lokasi warga yang membutuhkan serta menyesuaikan pola distribusi dengan kondisi medan.
Taty mengatakan Aksi Peduli Gempa Flores merupakan bentuk solidaritas masyarakat NTT di perantauan, khususnya diaspora NTT di Jakarta dan wilayah Jabodetabek.
Gerakan tersebut menghimpun bantuan dari masyarakat, kementerian serta berbagai pihak yang mempercayakan penyalurannya kepada Tim Aksi Peduli Gempa Flores.
“Kami berkomitmen agar bantuan yang dipercayakan kepada kami benar-benar sampai kepada masyarakat yang terdampak,” kata Taty.
Ia juga menegaskan bahwa persoalan distribusi bantuan di sejumlah wilayah bukan semata-mata berkaitan dengan ketersediaan bantuan. Tantangan yang cukup besar justru berada pada akses menuju lokasi-lokasi yang sulit dijangkau.
Sejumlah bantuan lainnya, kata dia, masih menunggu proses pengiriman menuju wilayah terdampak gempa di Flores.
Warga Sambut Bantuan
Pemerintah desa dan masyarakat di sejumlah titik penyaluran menyambut baik kedatangan para relawan. Bantuan berupa kebutuhan dasar tersebut dinilai membantu warga yang masih menghadapi situasi sulit pascagempa.
Selain persoalan akses, beberapa wilayah juga masih menghadapi keterbatasan air bersih sehingga kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi perhatian.
Taty berharap solidaritas dari berbagai elemen masyarakat dapat terus berlanjut selama proses pemulihan pascabencana.
“Bersama-sama kita bangkit, kita pulih, dan kita lewati masa sulit ini,” pungkasnya.









