
Ribuan umat bersama OMK Paroki St. Maria dari Gunung Karmel Wolofeo menggelar Doa Bersama dan Aksi Seribu Lilin di Lapangan Detumage. Foto:Oskar Sawa
Wolofeo, Maumere–Wacanaindonesia.id – Setelah tujuh hari Gempa Bumi Tektonik Magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores Nusa Tenggara Timur. Kini umat bersama Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Maria dari Gunung Karmel Wolofeo menggelar Doa Bersama dan Aksi Seribu Lilin di Lapangan Detumage Pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mengenang sekaligus mendoakan para korban bencana alam gempa Flores yang terjadi pada, Sabtu 15 Agustus 2026 lalu.
Ribuan umat Paroki Wolofeo memadati Lapangan Detumage dengan spirit dan kepedulian yang sama, yakni mendoakan para korban bencana alam atau gempa bumi yang terjadi di Flores.
Kegiatan tersebut dimulai pada pukul 19.00 WITA dan berakhir sekitar pukul 22.30 WITA.
Pada momentum penuh keheningan dan kepedulian tersebut, turut hadir Pastor Paroki St. Maria dari Gunung Karmel Wolofeo, Pater Jhon Koten, CRSP, bersama Pastor Vikaris Parokial, RD. Karel Pehe, yang hadir untuk bersama-sama umat dan OMK Paroki Wolofeo mendoakan para korban bencana alam atau gempa Flores.
Sementara itu, Fr. Mariano Vianey Deporez selaku pendamping kegiatan menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Pater Jhon Koten, CRSP.
“Kegiatan ini diawali dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Pater Jhon Koten, CRSP,” ujar Fr. Mariano Vianey Deporez.
Dalam renungannya, Pater Jhon mengajak seluruh umat untuk senantiasa mendoakan para korban bencana alam tersebut. Ia juga mengajak umat untuk menunjukkan sikap solidaritas dengan turut memberikan bantuan kepada saudara-saudari yang terdampak dan menjadi korban gempa Flores.
“Mari kita senantiasa mendoakan para korban bencana alam ini dan turut bersolidaritas atau memberikan bantuan bagi saudara-saudari yang terdampak dan menjadi korban gempa Flores,” demikian pesan Pater Jhon dalam renungannya.
Menurutnya, perhatian dan doa sangat dibutuhkan, khususnya bagi mereka yang kehilangan sanak saudara, mengalami luka-luka, maupun mengalami trauma akibat bencana alam tersebut.
“Khususnya bagi mereka yang kehilangan sanak saudara, yang terluka dan trauma akibat bencana alam ini, agar para korban mampu mendapatkan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi bencana ini,” ungkapnya.
Setelah renungan yang dibawakan oleh Pater Jhon, seluruh umat dan OMK Paroki Wolofeo kemudian diberikan kesempatan untuk memasang lilin dalam Aksi Seribu Lilin sebagai bentuk penghormatan, kepedulian, dan doa bagi para korban bencana gempa Flores.
Selanjutnya, kegiatan tersebut diakhiri dengan doa penutup dan berkat penutup yang dipimpin langsung oleh Pater Jhon Koten, CRSP. Suasana hening dan cahaya lilin yang menyala menjadi simbol harapan serta solidaritas umat Paroki Wolofeo bagi seluruh korban yang sedang menghadapi dampak bencana gempa.
Selain menggelar doa bersama dan aksi seribu lilin, kegiatan tersebut juga dilanjutkan dengan penggalangan dana untuk para korban bencana gempa Flores. Dana yang berhasil dikumpulkan nantinya akan disalurkan kepada para korban bencana yang sangat membutuhkan bantuan.
Fr. Mariano Vianey Deporez menjelaskan bahwa bantuan tersebut akan diprioritaskan bagi para korban yang hingga saat ini belum tersentuh bantuan, baik dari pemerintah maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM) lainnya.
“Hasil dari penggalangan dana ini akan disalurkan kepada para korban bencana yang sangat membutuhkan, dalam hal ini adalah bagi para korban yang belum tersentuh bantuan oleh pemerintah ataupun oleh LSM lainnya,” jelas Fr. Mariano Vianey Deporez.
Di sisi lain, umat Paroki Wolofeo terlihat sangat antusias dan memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Antusiasme itu dibuktikan dengan banyaknya umat yang turut memberikan donasi sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kepada saudara-saudari mereka yang menjadi korban bencana gempa Flores.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Panitia, Saudara Anselmus Derua. Ia mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk mendoakan para korban, melaksanakan aksi pemasangan seribu lilin, sekaligus menggalang dana bagi para korban bencana gempa Flores.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mendoakan dan memasang seribu lilin untuk korban bencana gempa Flores serta menggalang dana untuk para korban bencana gempa Flores,” kata Anselmus Derua.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian umat dan OMK Paroki Wolofeo terhadap penderitaan saudara-saudari mereka yang terdampak bencana.
Selain itu, Anselmus berharap pemerintah benar-benar memberikan perhatian khusus kepada para korban yang hingga kini masih sangat membutuhkan bantuan.
“Kami mengharapkan agar pemerintah betul-betul memberikan perhatian yang khusus kepada para korban yang sangat membutuhkan bantuan,” tegas Anselmus Derua.
Melalui doa bersama, cahaya seribu lilin, dan penggalangan dana tersebut, umat bersama OMK Paroki St. Maria dari Gunung Karmel Wolofeo ingin menyampaikan satu pesan kemanusiaan: para korban gempa Flores tidak sendiri, dan solidaritas harus terus hadir bagi mereka yang sedang membutuhkan.
Penulis: Niko Sanggu
Editor: Niko Sanggu








