Maumere, wacanaindonesia-Peristiwa kematian siswi SMP MBC Ohe, Stevania Trisanti Noni (14 tahun) yang ditemukan tak bernyawa di pelantaran kali di Rubit, pada tanggal 23 Februari 2026 lalu telah menuai banyak sorotan dan komentar, terkait penyelesaian hukum yang sedang ditangani oleh kepolisian resor Sikka.
Salah satunya berasal dari partai Demokrat Sikka. Hal tersebut disampaikan oleh Piet Christian Da Cunha, dalam kesempatan Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi Partai Demokrat terhadap Pidato Pengantar Bupati Sikka pada tanggal 12 Maret 2026.
Christian menyoroti terkait perkembangan penanganan kasus serta langkah-langkah yang harus diambil dalam memastikan proses hukum berjalan secara objektif dan transparan.
Lebih lanjut, Octavianus Aryo Adhityo Hardiningrat, selaku Sekretaris DPC Partai Demokrat Sikka juga turut menyampaikan sikap politiknya.
“Secara sikap politik, partai Demokrat ikut mengawal kasus ini dan akan mendorong agar kasus ini mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten Sikka”, ujar Adhityo Hardiningrat kepada media ini.
Partai Demokrat kabupaten Sikka menilai bahwa terdapat sejumlah pertanyaan publik yang perlu dijelaskan secara terbuka oleh penyidik Polres Sikka.
Menurut Adhityo, dinamika informasi yang berkembang di tengah masyarakat menunjukkan adanya keraguan terhadap proses penyidikan yang sedang berjalan.
“Penanganan kasus ini tidak boleh menimbulkan ruang spekulasi di tengah masyarakat. Oleh karena itu kami meminta agar penyidik Polres Sikka memberikan penjelasan yang lebih terbuka mengenai perkembangan penyidikan, dasar-dasar penetapan langkah hukum, serta proses yang telah dilakukan”, tandasnya.
Bagi partai Demokrat, transparansi dalam proses hukum sangat penting untuk memastikan bahwa penyidikan berjalan secara objektif, profesional, dan tidak menimbulkan persepsi adanya ketidakadilan.
DPC partai Demokrat kabupaten Sikka juga mendorong agar seluruh proses penegakkan hukum dalam kasus tersebut dilakukan secara serius dan menyeluruh, termasuk membuka ruang pengawasan publik agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum tetap terjaga.
“Keadilan bagi korban dan keluarganya harus menjadi prioritas utama. Penegakan hukum yang transparan dan profesional akan menjadi bukti bahwa negara hadir melindungi warganya,” tegas Adhityo.
Selain itu, partai Demokrat Sikka juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi yang kondusif, tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta bersama-sama mengawal proses hukum agar berjalan secara adil dan transparan.
Seperti yang diketahui, sejauh ini Kepolisian Resort Sikka telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus kematian STN atau Noni, siswi SMPK Mater Boni Consili Ohe, Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka.
Namun pihak keluarga menilai, masih menemukan kejanggalan-kejanggalan terhadap fakta dan bukti pengungkapan kasus tersebut.
****
Jurnalis: Johan De Brito
Editor: Redaksi








