Menu

Mode Gelap
Tidak Ada Jaringan Internet, Siswa SDK 058 Lere-Mapitara Laksanakan Kegiatan TKA di Polindes Berkat Keberhasilan Tekan Pengangguran, Pemkab Sikka Raih Penghargaan Nasional dan Insentif 1 Miliar Rupiah Pelantikan DPP IKAL-Lemhannas, Capt. Marcellus Hakeng Soroti Pentingnya Hilirisasi Pangan dan Energi Polemik Transparansi Dana Lingkungan Cengkareng Barat Memanas, Ketua RT Tempuh Jalur Pidana dan Tolak Penonaktifan Gunakan Bahan Peledak Tangkap Ikan, Ditpolairud Polda NTT Rilis DPO Buru Warga Sikka Luncurkan Buku “The Pancasila Market Economy”, Pakar: Ekonomi Indonesia Butuh Keseimbangan Pasar, Negara, dan Nilai Luhur Lantaran Uang Rp 10 Ribu Rupiah, Oknum Anggota Sat. Lantas Polres Sikka Aniaya Anak di Bawah Umur

Ekonomi & Ekologi

AWAS Tanam 270 Mangrove dan Gelar Pangan Murah di Nangahale, Peringati HUT ke-12

Avatar photobadge-check


					AWAS Tanam 270 Mangrove dan Gelar Pangan Murah di Nangahale, Peringati HUT ke-12 Perbesar

MAUMERE – Memperingati hari ulang tahun Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) ke-12, wartawan di Sikka melakukan aksi nyata tanam pohon mangrove bertepatan dengan momen valentine, di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, 14/02/2026.

Aksi sosial ini fokus pada penyalamatan lingkungan pesisir dan penguatan ekonomi warga dengan mengusung tema; “Awas Peduli dan Hijaukan Sikka”.

Kepala Desa Nangahale, Sahanudin, dalam giat penanaman itu mengungkapkan, kekhawatiran mendalam atas kondisi pesisir wilayahnya yang kian tergerus abrasi. Menurutnya, ancaman ini tidak hanya menyasar pemukiman, tetapi juga fasilitas pendidikan penting yakni MTS Al-Fatah dan MIS Al-Fatah Nangahale.

“Ada dua lembaga sekolah yang terancam, yakni MTS Al-Fatah dan MIS Al-Fatah Nangahale. Selain itu, belasan rumah warga serta belasan rumah produksi garam milik rakyat juga berada dalam kondisi berbahaya akibat abrasi,” Kata Sahanudin.

Ia berharap bahwa perlunya sinergi dengan pemerintah daerah agar adanya penanganan seirus terhadap abrasi di Desa Nangahale.

“Kami meminta kepada Pemerintah Kabupaten Sikka agar ada penanganan serius terhadap kondisi abrasi yang terjadi di wilayah Desa Nangahale ini,” Imbuhnya.

Merespons kondisi tersebut, Ketua AWAS, Mario WP Sina, menjelaskan bahwa penanaman mangrove ini merupakan bentuk kepedulian insan pers terhadap kelestarian lingkungan hidup dan keselamatan masyarakat pesisir.

“Aksi penanaman mangrove kurang lebih 270 anakan mangrove hari ini adalah wujud nyata kepedulian kami untuk menjaga kawasan pesisir pantai terkhususnya di Desa Nangahale. Kita tahu bersama bahwa daerah ini sering terkena abrasi, dan kita berharap tanaman ini tumbuh menjadi benteng alami di masa depan,” Ujar Mario.

Selain isu lingkungan, perayaan HUT ke-12 AWAS juga menyentuh aspek ekonomi masyarakat melalui Operasi Pangan Murah dengan berkolaborasi dengan Perum Bulog Kantor Cabang Maumere dengan target menyediaan sembako murah bagi warga Desa Nangahale.

Aksi kemanusiaan ini juga melibatkan siswa-siswi di sekolah, kelompok keagamaan, serta aparat dari Polsek Waigete kejaksaan, dan TNI. Kegiatan ini menutup rangkaian peringatan HUT AWAS dengan pesan kuat bahwa jurnalisme tidak hanya soal kata-kata, tapi juga aksi nyata untuk bumi dan sesama.

Jurnalis : Nikolaus Sanggu
Editor: Risna Ase

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PTTEP Indonesia dan Kemenko Pangan Resmikan Fasilitas Pengolahan Sampah Organik di Labuan Bajo

12 April 2026 - 20:05 WIB

Siap Hadapi Perubahan Iklim, Orang Muda Sikka Belajar Aksi Antisipasi Bencana dan Inovasi Limbah di Desa Hoder

7 April 2026 - 17:15 WIB

Trending di Ekonomi & Ekologi