Menu

Mode Gelap
Tidak Ada Jaringan Internet, Siswa SDK 058 Lere-Mapitara Laksanakan Kegiatan TKA di Polindes Ketika TPG Tak Kunjung Cair, Apakah Menteri Agama Sedang Merawat Guru Agama dalam Kemiskinan? Fakultas Hukum UNIPA Maumere Dorong Pariwisata Berbasis Hukum Adat di Desa Langir Peringati Hari Donor Darah Sedunia, PMKRI Cabang Maumere Serukan Gerakan Kemanusiaan Visitasi ke Gua Maria Watusoking, PMKRI Gaungkan Pentingnya Merawat Iman dan Persaudaraan PMKRI Jakarta Pusat: Banjir Tahunan Bukti Gagalnya Tata Kelola Lingkungan dan Mitigasi Pemerintah PMKRI Maumere Soroti Represivitas Polisi, Desak Evaluasi Total Polres Sikka

News

Fakultas Hukum UNIPA Maumere Dorong Pariwisata Berbasis Hukum Adat di Desa Langir

Avatar photobadge-check


					Fakultas Hukum UNIPA Maumere Dorong Pariwisata Berbasis Hukum Adat di Desa Langir Perbesar

Maumere, wacanaindonesia.id – Fakultas Hukum Universitas Nusa Nipa (UNIPA) Maumere melaksanakan kegiatan Studi Tour dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema “Dari Kearifan Lokal Menuju Desa Wisata: Peran Hukum Adat dalam Perlindungan dan Pengelolaan Potensi Wisata Masyarakat Desa Langir” di Bukit Koli Dogon, Desa Langir, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Sabtu (13/6/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah edukasi dan diskusi antara mahasiswa dan masyarakat mengenai pengembangan potensi wisata berbasis kearifan lokal serta pentingnya hukum adat dalam pengelolaan dan perlindungannya. Program tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Bangun Interaksi Melalui Diskusi dan Edukasi

Kegiatan dibuka oleh fasilitator Hendrika Mayora Victoria yang mengajak peserta untuk saling mengenal dan membangun komunikasi dalam suasana kekeluargaan. Ia menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pertukaran pengalaman dan penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan rangkaian kegiatan yang meliputi pemutaran film dokumenter desa wisata, penyampaian materi, dan sesi diskusi bersama masyarakat.

Film dokumenter yang ditayangkan menampilkan berbagai potensi wisata di Flores, termasuk Kabupaten Sikka, sebagai gambaran pengembangan destinasi wisata berbasis budaya dan masyarakat.

Materi Pariwisata Berbasis Hukum Adat

Sesi materi diawali oleh Patrisia Blaan yang membahas pariwisata berbasis adat sebagai peluang pengembangan ekonomi masyarakat. Menurutnya, potensi alam, budaya, dan tradisi lokal dapat menjadi modal utama dalam membangun desa wisata.

Elisabeth Avrilia kemudian menjelaskan aspek hukum yang berkaitan dengan pengelolaan pariwisata berbasis adat, termasuk pentingnya pemahaman hukum dalam menjaga nilai-nilai adat dan memastikan pengembangan wisata berjalan sesuai ketentuan.

Materi berikutnya disampaikan oleh Rikardus Nong Bunga yang mengangkat berbagai contoh potensi wisata berbasis kearifan lokal di Kabupaten Sikka. Ia mendorong masyarakat untuk melihat potensi daerah sebagai aset yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Muhamad Alif menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat mampu berperan aktif dalam pengelolaan dan promosi wisata desa.

Apresiasi Pemerintah Desa dan Masyarakat

Kepala Desa Langir mengapresiasi pelaksanaan PKM yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat dalam memahami pengembangan wisata berbasis kearifan lokal. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dan mendukung promosi Bukit Koli Dogon sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat.

Apresiasi juga disampaikan Yohanes Asmani, warga Desa Langir. Menurutnya, kegiatan tersebut menambah pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga dan mengembangkan potensi alam serta budaya yang dimiliki desa.

Hal senada disampaikan Maria Petra yang menilai Bukit Koli Dogon memiliki potensi untuk dikembangkan tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai sarana memperkenalkan budaya lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui produk-produk lokal, termasuk kain tenun ikat.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Hukum UNIPA Maumere menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, pelestarian hukum adat, dan pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis kearifan lokal.

***

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peringati Hari Donor Darah Sedunia, PMKRI Cabang Maumere Serukan Gerakan Kemanusiaan

13 Juni 2026 - 12:28 WIB

Visitasi ke Gua Maria Watusoking, PMKRI Gaungkan Pentingnya Merawat Iman dan Persaudaraan

10 Juni 2026 - 22:25 WIB

PMKRI Maumere Soroti Represivitas Polisi, Desak Evaluasi Total Polres Sikka

7 Juni 2026 - 18:09 WIB

Ketua TP PKK Sikka Fista Sambuari Kago : Menjaga Teluk Maumere Adalah Menjaga Masa Depan Generasi 

6 Juni 2026 - 22:50 WIB

Sisi Sunyi Pleno Rekapitulasi: Ketekunan KPU Sikka Menghadapi Amuk dan Gugatan

31 Mei 2026 - 09:49 WIB

Trending di News