Labuan Bajo, wacanaindonesia.id– PTTEP Indonesia bersinergi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, meresmikan Fasilitas Pengolahan Sampah Organik dan Pusat Edukasi di Labuan Bajo pada Sabtu (11/4/2026).
Inisiatif yang telah dirintis sejak 2024 ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah berkelanjutan di salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas Indonesia.
Selain itu, fasilitas ini dirancang untuk mengolah sampah organik menjadi produk bernilai guna sekaligus berfungsi sebagai pusat pembelajaran bagi masyarakat, sekolah, dan para pemangku kepentingan lokal. Melalui teknologi tepat guna dan operasional berbasis masyarakat, infrastruktur ini bertujuan mengurangi volume sampah serta mendorong praktik ekonomi sirkular yang efisien mulai dari sumber hingga proses pengolahan.
“Melalui inisiatif ini, kami bertujuan untuk menciptakan dampak lingkungan dan sosial dengan memberdayakan masyarakat agar dapat mengelola sampah secara bertanggung jawab. Fasilitas ini tidak hanya berfokus pada pengolahan sampah, tetapi juga pada pembangunan kesadaran, perubahan perilaku, serta penumbuhan budaya keberlanjutan yang akan memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” ujar Grinchai Hattagam, General Manager PTTEP Indonesia.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan perusahaan dalam program ini mencerminkan strategi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) dalam menjawab tantangan lingkungan sekaligus menciptakan nilai bersama bagi masyarakat.
Selanjutnya, pihak Kementerian Koordinator Bidang Pangan memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini. Rofi Alhanif menyatakan, ‘‘Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Grinchai dan PTTEP Indonesia. Kunjungan kita ke fasilitas pemilahan dan pengolahan sampah hari ini menunjukkan bahwa ekonomi sirkular dapat diterapkan secara nyata di masyarakat.”
Sementara itu, tantangan lingkungan di Manggarai Barat semakin nyata seiring pesatnya pembangunan dan kunjungan wisatawan. Berdasarkan data tahun 2025, timbulan sampah mencapai 53.768,70 ton, namun kapasitas pengelolaan baru menyentuh angka 30.000 ton per tahun, sehingga diperlukan percepatan optimalisasi tata kelola sampah.
Lebih jauh, pemerintah daerah melihat program ini sebagai langkah konkret dalam menjaga kebersihan destinasi wisata nasional. Aloysius Lahi, perwakilan Asisten III Pemerintah Daerah Manggarai Barat menyampaikan,“Pada kesempatan ini, Pemerintah Manggarai Barat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PTTEP Indonesia atas inisiatif Program Positif Bajo. Program ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan Labuan Bajo yang bersih dan berkelanjutan. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas pengolahan sampah yang telah tersedia dengan sebaik-baiknya,”Ujar Lahi.
Selain fungsi operasionalnya, Pusat Edukasi ini akan menyelenggarakan pelatihan rutin, lokakarya, serta program sosialisasi yang menyasar pelajar, praktisi pengelolaan sampah, dan masyarakat lokal. Kegiatan-kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas serta mendorong penerapan solusi praktis yang dapat diadopsi pada tingkat rumah tangga maupun komunitas.
Elisabeth Setiani, Kepala Sekolah TK Pembina megatakan bahwa, “Kami merasa sangat beruntung dan senang dapat dilibatkan dalam Program Positif Bajo. Dampaknya sangat terasa, baik bagi anak-anak maupun orang tua murid.” Sebelumnya, anak-anak TK Pembina belum begitu peduli terhadap sampah. Namun setelah mengikuti program ini, mereka mulai belajar bagaimana mengelola dan memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang bernilai. Bahkan, mereka dapat merasakan langsung manfaatnya, ketika sampah yang dikumpulkan dapat ditukar dengan sembako melalui kegiatan bazar di sekolah.
PTTEP Indonesia merupakan perusahaan minyak dan gas asal Thailand yang secara aktif mendukung berbagai inisiatif lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah operasinya.
Keterlibatan perusahaan dalam program pengelolaan sampah di Labuan Bajo mencerminkan strategi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) yang lebih luas dalam menjawab tantangan lingkungan sekaligus menciptakan nilai bersama bagi masyarakat.
****
Editor: Niko Sanggu








