Maumere, wacanaindonesia.id – Orang muda Sikka melalui wadah Indonesia Youth Advisory di Sikka dampingan Yayasan FREN mitra ChildFund Internasional di Indonesia, menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas orang muda di Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Senin, 23/03/2026.
Kegiatan ini merupakan agenda nasional tahunan bagi orang muda di Indonesia melalui dampingan mitra ChildFund Internasional di Indonesia, yang pada tahun ini diselenggarakan di wilayah masing-masing mitra demi melatih kepemimpinan, literasi lingkungan, inovasi pemuda, serta pengalaman hidup bersama masyarakat (live-in) selama dua hari.
Sebagai pembelajaran yang baik bagi generasi muda dalam mempersiapkan generasi yang tangguh terhadap perubahan, dimulai dari desa hingga global, orang muda diberikan keterampilan praktis untuk menciptakan inovasi pengurangan limbah tekstil, pengolahan limbah ternak, inovasi perkebunan berkelanjutan, dan praktik baik aksi antisipasi untuk mendukung kesiapan pemuda menghadapi perubahan iklim.

Fransiska Fitriani, Fasilitator Indonesia Youth Advisory Sikka sekaligus Ketua Panitia kegiatan YCE Sikka 2026, mengatakan Desa Hoder merupakan salah satu desa di Kabupaten Sikka yang mengikuti penilaian ketangguhan desa yang difasilitasi oleh Yayasan FREN dan diselenggarakan oleh BNPB Nasional, dan menempati kategori Madya sebagai desa yang cukup tangguh dan siap dalam menghadapi bencana.
“Selain Desa Hoder merupakan salah satu yang pernah didampingi Yayasan FREN dalam kemitraan dengan ChildFund Internasional di Indonesia, namun juga memiliki isu kebencanaan yang kompleks terutama kekeringan, sehingga kami ingin belajar seperti apa desa ini bertahan dalam perubahan iklim melalui kelompok Dua Jaga Nian, yang bersiap melalui aksi antisipasi dalam menghadapi bencana kekeringan dengan mengantisipasi persiapan pangan bagi manusia, dan pakan bagi ternak,” kata Fransiska.
Menurut Fransiska, kegiatan ini diharapkan berdampak bagi orang muda untuk dapat mengelola emosi dan membangun ruang serta dapat mengelola limbah menjadi peluang bagi masa depan.
“Kegiatan ini diharapkan bagi orang muda khususnya Indonesia Youth Advisory Sikka, dapat mengelola emosi dan membangun ruang aman bagi diri mereka sendiri, mendorong orang muda menjadi inovator muda dengan memanfaatkan limbah menjadi sebuah peluang ekonomi, dan belajar mengelola waktu dalam membangun usaha ternak dan pertanian yang berkelanjutan,” tandasnya.
Maria Gonda, warga Desa Hoder mengungkapkan, dengan adanya Aksi Antisipasi Menghadapi Bencana Kekeringan di Desa Hoder, telah menjadi bantuan pertama yang mereka dapatkan dari sekian lamanya penantian sejak tahun 2007.
“Kami sudah berkali-kali didata untuk bantuan dari desa, tapi bantuan gorong-gorong itu tidak pernah datang,” ungkap Ibu Maria Gonda, salah satu warga terdampak masalah ketersediaan air bersih. “Jadinya setiap musim hujan, air sumur kami selalu kotor karena air hujan dan harus beli dari air tangki,” kata Maria.

Kehadiran kelompok di Desa Hoder juga telah menjadi sebuah gerakan baru dengan metode lama yang dilakukan oleh leluhur dalam mengenali perubahan iklim, yaitu melalui tanda-tanda alam dan persiapan untuk menghadapi bencana kekeringan.
Melalui cerita-cerita ini, diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi orang muda dan khalayak umum dalam mempersiapkan diri dan lingkungannya dalam menghadapi perubahan yang terjadi di lingkungannya, terutama perubahan iklim yang lekat kaitannya dengan penghidupan sehari-hari masyarakat.
Peserta kegiatan ini terdiri dari sejumlah pemuda yang berjumlah 26 peserta dan 11 orang panitia, dalam dampingan Yayasan FREN berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Hoder, Kelompok Dua Jaga Nian, Kader Kesehatan ChildFund, Kelompok Ternak Kambing Remaja Mahekelan (TERKAM), dan masyarakat Desa Hoder.
***
Kontributor: YCE Sikka
Editor: Risna Ase












