Maumere, wacanaindonesia.id – Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Maumere—terdiri dari GMNI, HMI, BEM Universitas Nusa Nipa, IMM, dan LMND—menggelar aksi demonstrasi dalam rangka evaluasi satu tahun kinerja Bupati Sikka. Aksi tersebut berlangsung di halaman Kantor Bupati Sikka, Rabu (1/4/2026).
Ketua GMNI Sikka, Wilfridus Iko, menilai pemerintah daerah belum menunjukkan progres yang signifikan dan belum dirasakan oleh masyarakat.
“Selama ini belum ada progres yang dijalankan dan belum dirasakan oleh masyarakat. Hari ini kita harus turun untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Sikka,” ujarnya.
Mahasiswa Cipayung Plus juga menilai Pemerintah Kabupaten Sikka mengalami stagnasi pembangunan serta krisis kepercayaan publik akibat belum terealisasinya sejumlah janji politik.
Mereka menyoroti berbagai persoalan, seperti kerusakan infrastruktur, minimnya elektrifikasi, proyek strategis yang terhenti, serta belum optimalnya program “Satu KK Satu Sarjana” dan “Pengobatan Gratis berbasis E-KTP”. Selain itu, mahasiswa juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap sektor pendidikan dan lingkungan di Kabupaten Sikka.
Poin Tuntutan
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain:
Mendesak pembangunan infrastruktur yang berkualitas serta pemerataan elektrifikasi hingga ke pelosok desa.
Meminta kejelasan tindak lanjut pembangunan fasilitas publik, seperti RS Doreng dan rumah kreatif bagi anak muda.
Mendesak penjelasan terkait layanan kesehatan sosial, termasuk skema pembayaran pengobatan berbasis E-KTP serta akses BPJS bagi masyarakat di wilayah terisolasi.
Menegaskan realisasi program 20.000 rumah layak huni agar tepat sasaran dan merata.
Selain itu, mahasiswa juga menyoroti sejumlah infrastruktur yang belum diperbaiki, di antaranya kondisi jalan di Desa Karoknatar, Desa Waiblama, dan Desa Natarmage yang rusak. Mereka juga menyoroti jembatan penghubung antara Desa Tanah Rawa dan Desa Natarmage yang telah rusak selama empat tahun.
Kerusakan lain yang disorot meliputi ruas jalan yang nyaris putus di Dusun Blidit, Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, serta gorong-gorong di Kampung Apimatan, Dusun Natarmage, Desa Natarmage. Selain itu, kondisi SMPN 049 Rengarasi di Desa Bu’utara dinilai sangat memprihatinkan.
Jurnalis: Rysna Ase
Editor: Redaksi








