SIKKA, NTT Wacanaindonesia.id- Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sikka, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere, menggelar aksi demonstrasi di Mapolres Sikka, Rabu, 05/03/2026.
Dalam aksi demonstrasi ini, aktivis mahasiswa membawa tuntutan yang sama yakni menuntut keadilan bagi Adik Noni, siswa SMP di Rubit Kecamatan Hewokloang yang dinilai polisi tidak transparan dalam menangani kasus tersebut.Tidak hanya itu, Polres Sikka juga dinilai tidak paham hukum mengakibatkan kasus ini terus mengalami kejanggalan.
Presidium Gerakan Kemasyarakatan (Germas) PMKRI Maumere, Rito Naga dalam orasinya, membeberkan beberapa fakta terkait dengan beberapa kejanggalan penanganan kasus ini salah satunya adalah alasan Polsek Kewapante yang tidak langsung turun mencari korban maupun pelaku. Tidak hanya sampai disitu, PMKRI Maumere mengecam tegas respon Polsek Kewapante yang saat itu tidak melakukan pencarian korban dengan alasan masih mengawal kedatangan Gubernur Jawa Barat atau yang akrab disapa KDM.
“Bahwa pada saat keluarga mencari keberadaan korban pada sabtu malam, mereka kemudian melakukan pencarian di rumah pelaku. Terus mereka katakan begini, bapa mama masuk duluan, dapat orang baru panggil saya. Cerminan buruk! Ternyata takut juga mencari pelaku. Makanya sampai detik ini banyak pelaku yang berkeliaran di luar sana. Malam ketiga ketika kaka korban dan ibu korban melaporkan ke Pihak Polsek Kewapante, jawaban mereka adalah tunggu saja nanti personil dari atas, karena personil lagi jaga KDM. ” Tegas Rito.
Ketidakhadiran Kapolres Sikka
Ketidakhadiran Kapolres Sikka saat kedatangan masa aksi, mengakibatkan massa mengalami kekecewaaan dan tidak dapat melakukan audiensi secara langsung. Ketua PMKRI Maumere, Fabianus Rowa mengatakan, meskipun Kapolres tidak berada di tempat, PMKRI Maumere tetap menunggu hingga kedatangan Kapolres.
“Kita dari PMKRI Maumere sebenarnya ingin sekali, membicarakan hal yang urgent dengan kematian adik Noni, tapi kemudian dari Polres sendiri, Polres saja tidak ada. Jadi kami mengambil keputusan untuk menunggu sampai Kapolres ada dan kami di luar dan akan terus ada,” Kata Yanus.
Tuntutan Aksi
Dalam aksi tersebut PMKRI Maumere membawa beberapa tuntutan aksi diantaranya:
1. PMKRI Maumere mendesak agar informasi dan transparansi terhadap pengungkapan kasus kematian Adik Noni di buka secara terang dan tidak terpengal-penggal.
2. PMKRI Maumere mendesak agar SG yang merupakan ayah pelaku pembunuhan Adik Noni ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.
3. PMKRI Maumere mendesak agar pasal yang diterapkan kepada kasus pembunuhan Adik Noni tidak persetubuhan dan pembunuhan biasa melainkan harus pemerkosaan dan pembunuhan berencana.
4. PMKRI Maumere mendesak pihak Kapolres untuk mencopot Kapolsek Kewapante terkait kelalaian menerima laporan, dan mencopot kasat Reskrim Polres Sikka karena ragu-ragu dan tidak serius mengungkap kasus ini.
5. PMKRI Maumere mendesak team reformasi Polri untuk turun memeriksa kinerja kerja Polres Sikka.
Sementara itu, GMNI Sikka turut menyampaikan poin tuntutan aksi diantaranya:
1. GMNI mendesak Kapolri copot Kapolres dan Kasat Reskrim
2. GMNI mendesak konsistensi dan Trasparansi hasil penyidikan khasus kematian Adik Noni
3. GMNI mendesak penetapan tersangka kasus korupsi 2,1 Miliar mobil Bor Air Tanah
Pantauan media ini, GMNI dan PMKRI Maumere bersama BEM Universitas Nusa Nipa akan menggelar aksi lanjutan dengan poin tuntutan yang sama pada Kamis, 04/02/2026.
****
Jurnalis: Risna Ade
Editor: Redaksi








