Maumere, wacanaindonesia.id – Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Sabtu (2/5/2026), Pemerintah Kabupaten Sikka meluncurkan empat program strategis di bidang literasi dan pendidikan. Langkah ini diambil sebagai upaya konkret Pemkab Sikka melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) untuk mencetak generasi yang cerdas, kritis, dan berdaya saing global.
Peluncuran tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, S.H., di sela-sela upacara peringatan Hardiknas yang berlangsung di halaman SMPN 1 Alok, Maumere.
Empat inovasi yang diperkenalkan meliputi Gong Literasi, Wisata Literasi dan Sains, Gerakan Antar dan Jemput Buku (GRAB), serta peluncuran resmi Website Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda.
Dalam program Gong Literasi, pemerintah daerah mewajibkan siswa tingkat SD dan SMP untuk membiasakan aktivitas membaca selama 30 menit sebelum dan sesudah kegiatan belajar mengajar (KBM). Langkah ini diharapkan mampu mengakar menjadi budaya positif guna memperkuat kemampuan literasi dan sains sejak usia sekolah.
Sementara itu, melalui Wisata Literasi dan Sains, para pelajar diberikan kesempatan untuk belajar di luar kelas dengan mengunjungi berbagai pusat pengetahuan dan lembaga publik. Beberapa di antaranya seperti Gramedia Maumere, Kantor Bupati Sikka, Kantor DPRD Kabupaten Sikka, instansi vertikal, instansi pemerintah daerah, lembaga non-pemerintah, Credit Union, koperasi, UMKM, serta berbagai lembaga lainnya sesuai kebutuhan pembelajaran.
Dalam program ini, salah satu daya tarik yang ditawarkan adalah simulasi kepemimpinan bertajuk “Aku Menjadi Bupati 1 Jam” dan “Aku Menjadi Pimpinan DPRD 1 Jam”. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman langsung kepada siswa mengenai tata kelola pemerintahan dan tanggung jawab kepemimpinan.
Selain itu, inovasi lainnya adalah GRAB (Gerakan Antar dan Jemput Buku) dengan slogan “Buku Dijemput, Ilmu Diantar ke Rumah”. Layanan ini dikhususkan bagi kelompok rentan yang memiliki keterbatasan mobilitas, seperti lansia di panti jompo, penyandang disabilitas, pasien rumah sakit, hingga warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Maumere.
Sebagai pelengkap dalam memperluas akses literasi, layanan Perpustakaan Keliling juga terus diperkuat dengan tagline “Menjangkau yang Tidak Terjangkau Hingga Menembus Batas”. Layanan ini menjangkau sekolah-sekolah, desa-desa, komunitas, serta wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan perpustakaan.
Di sisi lain, transformasi digital juga menjadi fokus utama dengan diresmikannya Website Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda. Platform digital ini dikembangkan melalui kolaborasi antara Pemkab Sikka dengan mahasiswa Program Studi Sistem Informasi IFTK Ledalero serta mahasiswa magang Teknik Informatika UNIPA Maumere. Kehadiran situs web ini diharapkan menjadi jembatan informasi yang mudah diakses oleh masyarakat luas.
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, SH, dalam kesempatan launching menegaskan bahwa keempat program ini merupakan langkah nyata dalam membangun ekosistem literasi yang kuat dan merata di daerah. Menurutnya, literasi menjadi kunci kemajuan karena mampu membentuk pola pikir masyarakat yang kritis, kreatif, dan inovatif.
Melalui berbagai inovasi tersebut, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan perpustakaan sebagai rumah bersama—ruang tumbuhnya gagasan, berkembangnya inovasi, serta sumber inspirasi bagi generasi masa depan. Dengan semangat kebersamaan, Kabupaten Sikka terus melangkah menuju masyarakat yang semakin literat dan berdaya saing.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, Ketua DPRD Kabupaten Sikka, Stefanus Sumandi, unsur Forkopimda Kabupaten Sikka, para pimpinan perangkat daerah, Bunda Literasi Kabupaten Sikka, Fista Sambuari Kago, Dewan Pendidikan Kabupaten Sikka, para kepala sekolah dan tenaga kependidikan, komite sekolah, kepala sekolah jenjang TK/PAUD, SD, SMP, SMA, pimpinan perguruan tinggi, serta undangan lainnya.
Sumber: Disarpus Sikka








